Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Urtikaria Atau Biduran / Kaligata : Gejala, Pengobatan

Urtikaria / Biduran / Kaligata
Urtikaria / Biduran / Kaligata

Definisi

Urtikaria adalah reaksi vaskular pada kulit akibat bermacam-macam sebab. Ditandai oleh edema setempat yang timbul mendadak dan menghilang perlahan-lahan, berwarna pucat dan kemerahan, meninggi di permukaan kulit, sekitarnya dapat dikelilingi halo. Dapat disertai dengan angioedema. Nama lain: biduran, kaligata, hives, nettle rash. (Kode ICD 10 Urtikaria : L50)

Keluhan

Pasien biduran datang dengan keluhan biasanya gatal, rasa tersengat atau tertusuk. Gatal sedang-berat di kulit yang disertai bentol-bentol di daerah wajah, tangan, kaki, atau hampir di seluruh tubuh. Keluhan dapat juga disertai rasa panas seperti terbakar atau tertusuk. Kadang-kadang terdapat keluhan sesak napas, nyeri perut, muntah-muntah, nyeri kepala, dan berdebar-debar (gejala angioedema).

Faktor Risiko

  1. Riwayat atopi pada diri dan keluarga.
  2. Riwayat alergi.
  3. Riwayat trauma fisik pada aktifitas.
  4. Riwayat gigitan/sengatan serangga.
  5. Konsumsi obat-obatan (NSAID, antibiotik – tersering penisilin, diuretik, imunisasi, injeksi, hormon, pencahar, dan sebagainya).
  6. Konsumsi makanan (telur, udang, ikan, kacang,, dsb).
  7. Riwayat infeksi dan infestasi parasit.
  8. Penyakit autoimun dan kolagen.
  9. Umur rerata adalah 35 tahun.
  10. Riwayat trauma faktor fisik (panas, dingin, trauma sinar x dan cahaya).

Pemeriksaan Fisik Patognomonis

Keadaan umum: tampak sehat, dapat sakit ringan – sedang. Pemeriksaaan fisik lengkap termasuk pemeriksaan gigi, , dan genital untuk menemukan adanya fokus infeksi.

Lesi kulit yang didapatkan:

  1. Ruam atau patch eritema.
  2. Berbatas tegas.
  3. Bagian tengah tampak pucat.
  4. Bentuk papul dengan ukuran bervariasi, mulai dari papular hingga plakat.
  5. Kadang-kadang disertai demografisme berupa edema linier di kulit yang terkena goresan benda tumpul, timbul dalam waktu < 30menit.
  6. Pada lokasi tekanan dapat timbul lesi urtika.
  7. Tanda lain dapat berupa lesi bekas garukan.

Tempat predileksi

Bisa terbatas di lokasi tertentu, namun dapat generalisata bahkan sampai terjadi angioedema pada wajah atau bagian ekstremitas. Pemeriksaan fisik perlu dilengkapi dengan pemeriksaan lainnya yang dapat menyingkirkan adanya infeksi fokal (THT, dan sebagainya).

Pemeriksaan Penunjang

  1. Tes darah (eosinofil), urin dan feses rutin (memastikan adanya fokus infeksi tersembunyi).
  2. Uji gores (scratch test) untuk melihat dermografisme.
  3. Tes eliminasi makanan: dengan cara menghentikan semua makanan yang dicurigai untuk beberapa waktu, lalu mencobanya kembali satu per satu.
  4. Tes fisik: dingin (es batu)-panas (air hangat)

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Klasifikasi

  1. Berdasarkan waktu berlangsungnya serangan, biduran dibedakan atas urtikaria akut (< 6 minggu atau selama 4 minggu terus menerus) dan kronis (> 6 minggu).
  2. Berdasarkan morfologi klinis, biduran dibedakan menjadi urtikaria papular (papul), gutata (tetesan air) dan girata (besar-besar).
  3. Berdasarkan luas dan dalamnya jaringan yang terkena, urtikaria dibedakan menjadi urtikaria lokal (akibat gigitan serangga atau kontak), generalisata (umumnya disebabkan oleh obat atau makanan) dan angioedema.
  4. Berdasarkan penyebab dan mekanisme terjadinya, dapat dibedakan menjadi:
  1. Urtikaria imunologik, yang dibagi lagi menjadi:
  • Keterlibatan IgE –> reaksi hipersensitifitas tipe I (Coombs and Gell) yaitu pada atopi dan adanya antigen spesifik
  • Keikutsertaan komplemen –> reaksi hipersensitifitas tipe II dan III (Coombs and Gell), dan genetik
  • Urtikaria kontak –> reaksi hipersensitifitas tipe 4 (Coombs and Gell)
  1. Urtikaria non-imunologik (obat golongan opiate, NSAID, aspirin serta trauma fisik).
  2. Urtikaria idiopatik (tidak jelas penyebab dan mekanismenya).

Diagnosis Banding

  1. Purpura anafilaktoid (Purpura Henoch-Schonlein).
  2. Pitiriasis rosea (lesi awal berbentuk eritema).
  3. Eritema multiforme (lesi urtika, umumnya terdapat pada ekstremitas bawah).

Komplikasi

Angioedema dapat disertai obstruksi jalan napas.

Biduran

Tata laksana pada layanan primer dilakukan dengan first-line therapy, yaitu memberikan edukasi pasien tentang penyakit (penyebab dan prognosis) dan terapi farmakologis sederhana.

Urtikaria akut

Atasi keadaan akut terutama pada angioedema karena dapat terjadi obstruksi saluran napas. Pengobatan dan penanganan dapat dilakukan di Unit Gawat Darurat bersama-sama dengan/atau dikonsultasikan ke Spesialis THT. Bila disertai obstruksi saluran napas, diindikasikan pemberian epinefrin subkutan yang dilanjutkan dengan pemberian pengobatan kortikosteroid Prednison 60-80 mg/hari selama 3 hari, dosis diturunkan 5-10 mg/hari.

Urtikaria kronik

a. Pasien menghindari penyebab, seperti:

  1. Kondisi yang terlalu panas, stres, alkohol, dan agen fisik.
  2. Penggunaan antibiotik penisilin, aspirin, NSAID, dan ACE inhibitor.
  3. Agen lain

b. Pengobatan farmakoterapi dengan:

  1. Antihistamin (AH) oral nonsedatif, misalnya Loratadin 10 mg/hari pemakaian 1 x sehari selama 1 minggu.
  2. Bila tidak berhasil dikombinasi dengan Hidroksizin 3 x 25 mg atau diphenhydramine 4 x 25-50 mg / hari selama 1 minggu.
  3. Apabila karena dingin, diberikan Siproheptadin (3 x 4 mg) lebih efektif selama 1 minggu terus menerus.
  4. Antipruritus topikal: cooling antipruritic lotion, seperti krim menthol 1% atau 2% selama 1 minggu terus menerus.
  5. Apabila terjadi angioedema atau urtikaria generalisata, dapat diberikan pengobatan Prednison oral 60-80 mg mg per hari dalam 3 kali pemberian selama 3 hari dan dosis diturunkan 5-10 mg/hari.

Konseling dan Edukasi

Pasien dan keluarga diberitahu mengenai:

  1. Prinsip pengobatan adalah identifikasi dan eliminasi faktor penyebab.
  2. Penyebab  perlu menjadi perhatian setiap anggota keluarga.
  3. Pasien dapat sembuh sempurna.

Prognosis

Prognosis pada umumnya bonam dengan tetap menghindari faktor pencetus.

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!