Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

TBC Pada Kehamilan

Pengobatan TBC pada Kehamilan
Ilustrasi TBC pada Kehamilan

LATAR BELAKANG

Penderita Tuberkulosis (TBC) di Indonesia termasuk 5 besar (India, Cina,Pakistan, Indonesia dan Filipina) ; 4.5 juta dari kasus baru 8 juta per tahun terdapat di kawasan ini. Sepertiga penduduk dunia mengidap TBC, dan akan meningkat dengan merebaknya AIDS.

Jelas kemiskinan dan mutu pengelolaan menunjukkan buruknya pengendalian penyakit ini. Case fatality rate (CFR) penyakit ini rata rata 23%.Strategi DOTS pemberantasan TBC, dianjurkan oleh WHO meliputi:

  1. Pemerintah wajib mengendalikan TBC
  2. Deteksi kasus aktif, dengan pemeriksaan BTA
  3. Kemoterapi (6-8 bulan) dengan DOTS minimal 2 bulan pertama
  4. Pasokan obat yang pasti
  5. Sistem informasi untuk pemantauan (monitor-evaluasi) keberhasilan.

PENGARUH TBC PADA KEHAMILAN

Bagi perempuan penderita tbc pada kehamilan selain mengurangi produktifitas pada dirinya, juga akan berdampak pada lingkungannya, sebab ia merupakan manajer rumah tangga dan anak anaknya. Bayangkan bila ia juga sedang hamil. TBC sendiri umumnya tak akan memperburuk kondisinya dan janinnya. Infeksi pada bayi baru terjadi setelah ia lahir dimana terjadi kontak lama, terutama bila sifatnya terbuka (BTA positif).
Dalam hal ini anaknya harus diberikan pengobatan profilaksis selain vaksin BCG.
Selama menyusui ibu tetap diberikan terapi.

KLINIS

Penderita TBC pada kehamilan bisa simtomatik atau asimtomatik. Batuk (+darah), letargi,berat badan berkurang, demam, keringat malam, tak nafsu makan dll,merupakan gejala pasien.
Pemeriksaan sputum yang positif dan foto radiologik dapat memastikan TBC.
Pemeriksaan PPD (tes Mantoux) yang besar/induratif merupakan suspek TBC.
Perlu diidentifikasi orang terdekat yang menjadi sumber kontak untuk juga diberikan pengobatan. Ibu penderita tbc pada kehamilan  dengan TBC aktif –batuk darah- perlu dipertimbangkan untuk isolasi sehingga bayi pun mungkin perlu diberikan pengganti air susu ibu. Pertimbangkan pula pemeriksaan HIV untuk kemungkinan bila positif,pemberian obat antiretroviral pada ibu dan bayinya.

PENGOBATAN

WHO mempromosikan strategi DOTS (directly observed therapy-shortcourse) yaitu pengobatan selama 6-8 bulan di seluruh dunia dengan indicator keberhasilan pengobatan pada 80% pasien.
Untuk penderita tbc pada kehamilan dapat diberikan regimen : HRZE (INH,rifampicin, pyrazinamid dan Ethambutol) setiap hari selama 2 bulan.
Kemudian 4 bulan selanjutnya diberikan INH dan rifampisin 3 kali seminggu.

PEMANTAUAN :

  • Kondisi klinik,
  • Foto radiologik dan BTA.
  • Bayi perlu diberikan obat INH 1mg/kg selama satu tahun, dan pantau
    perkembangan beratnya.

RUJUKAN

  • Panduan nasional penanggulangan Tbc pada kehamilan. Cetakan ke 9. Departemen
  • Kesehatan Republik Indonesia, 2005.

Baca Juga: Abortus atau Keguguran

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!