Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Takikardia : Gejala, Diagnosis ICD 10 dan Pengobatan

Pengobatan Takikardia
EKG Pada Pasien Takikardia

Pengertian

Takikardia adalah suatu kondisi dimana denyut istirahat seseorang secara abnormal lebih dari 100 kali per menit. Sedangkan Supraventikular Takikardi (SVT) adalah takikardi yang berasal dari sumber di atas ventrikel (atrium), dengan ciri gelombang QRS sempit(< 0,12ms) dan frekuensi lebih dari 150 kali per menit. Ventrikular Takikardi (VT) adalah takikardi yang berasal dari ventrikel, dengan ciri gelombang QRS lebar (> 0,12ms) dan frekuensi biasanya lebih dari 150 kali per menit. VT ini bisa menimbulkan gangguan hemodinamik yang segera memerlukan tindakan resusitasi.  (Kode ICD 10 Takikardia : R00.0)

 Keluhan

Gejala utama meliputi:
a. Palpitasi
b. Sesak napas
c. Mudah lelah
d. Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada
e. Denyut jantung istirahat lebih dari 100bpm
f. Penurunan tekanan darah dapat terjadi pada kondisi yang tidak stabil
g. Pusing
h. Sinkop
i. Berkeringat
j. Penurunan kesadaran bila terjadi gangguan hemodinamik

 Faktor Risiko 

a. Penyakit Jantung Koroner
b. Kelainan Jantung
c. Stress dan gangguan kecemasan
d. Gangguan elektrolit

 Faktor Predisposisi 

a. Penyakit yang menyebabkan gangguan elektrolit seperti diare
b. Sindrom koroner akut
c. Gangguan cemas yang berlebih pada SVT
d. Aritmia

 Pemeriksaan Fisik Patognomonis 

a. Denyut jantung melebihi 100 kali per menit dan bisa menjadi sangat cepat dengan frekuensi > 150 kali per menit pada keadaan SVT dan VT
b. Takipnea
c. Hipotensi
d. Sering disertai gelisah hingga penurunan kesadaran pada kondisi yang tidak stabil.

 Pemeriksaan Penunjang EKG : 

a. SVT: kompleks QRS sempit (< 0,12ms) dengan frekuensi > 150 kali per menit. Gelombang P bisa ada atau terkubur dalam kompleks QRS.
b. VT: terdapat kompleks QRS lebar ( > 0,12ms), tiga kali atau lebih secara berurutan. Frekuensi nadi biasanya > 150 kali per menit

Baca Juga : Laporan Kasus Demam Berdarah

 Diagnosis Klinis 

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang.

 Komplikasi

Bisa menyebabkan kematian

 Pengobatan Takikardia

a. Tata Laksana
Keadaan ini merupakan keadaan yang mengancam jiwa terutama bila disertai hemodinamik yang tidak stabil. Bila hemodinamik tidak stabil (Tekanan Darah Sistolik < 90 mmHg) dengan nadi melemah, apalagi disertai penurunan kesadaran bahkan pasien menjadi tidak responsif harus dilakukan kardioversi baik dengan obat maupun elektrik. Kondisi ini harus segera dirujuk dengan terpasang infus dan resusitasi jantung paru bila tidak responsif. Oksigen diberikan dengan sungkup O2 10-15 lpm. Pada kondisi stabil, SVT dapat diatasi dengan dilakukan vagal manuver (memijat A. Karotis atau bola mata selama 10-15 menit). Bila tidak respon, dilanjutkan dengan pemberian adenosin 6 mg bolus cepat. Bila tidak respon boleh diulang dengan 12 mg sebanyak dua kali. Bila tidak respon atau adenosin tidak tersedia, segera rujuk ke layanan sekunder. Pada VT, segera rujuk dengan terpasang infus dan oksigen O2 nasal 4 l/m.

b. Modifikasi gaya hidup:

  1. Mencegah faktor risiko
  2. Modifikasi aktifitas fisik, asupan makanan, dan mengelola timbulnya gejala.

 Konseling dan Edukasi

Edukasi kepada keluarga bahwa keadaan ini merupakan keadaan yang mengancam jiwa.
Persetujuan keluarga perlu dilakukan karena membutuhkan penanganan yang cepat sampai ke tempat rujukan.

Kriteria Rujukan

Segera rujuk setelah pertolongan pertama dengan pemasangan infus dan oksigen.

Sarana Prasarana 

a. EKG
b. Ambulans untuk merujuk
c. Ambu bag

Prognosis 

Prognosis dalam kondisi ini umumnya dubia ad malam, tergantung dari penatalaksanaan selanjutnya.

Tags:

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!