Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Taeniasis : Gejala, Diagnosis ICD 10 dan Pengobatan

Pengobatan Taeniasis
Cacing Taenia Solium Penyebab Taeniasis

Pengertian

Taeniasis adalah penyakit zoonosis parasiter yang disebabkan oleh cacing pita yang tergolong dalam genus Taenia (Taenia saginata, Taenia solium, dan Taenia asiatica) pada manusia. (Kode ICD 10 Taeniasis : B68.9)

Taenia saginata adalah cacing yang sering ditemukan di negara yang penduduknya banyak makan daging sapi/kerbau. Infeksi lebih mudah terjadi bila cara memasak daging setengah matang. Taenia solium adalah cacing pita yang ditemukan di daging babi. Penyakit ini ditemukan pada orang yang biasa memakan daging babi khususnya yang diolah tidak matang. Ternak babi yang tidak dipelihara kebersihannya, dapat berperan penting dalam penularan cacing Taenia solium.

Keluhan dan Gejala

Gejala klinis taeniasis sangat bervariasi dan tidak khas. Sebagian kasus tidak menunjukkan gejala (asimptomatis). Gejala klinis dapat timbul sebagai akibat iritasi mukosa usus atau toksin yang dihasilkan cacing.

Gejala tersebut antara lain:

  1. Rasa tidak enak pada lambung
  2. Mual
  3. Badan lemah
  4. Berat badan menurun
  5. Nafsu makan menurun
  6. Sakit kepala
  7. Konstipasi
  8. Pusing
  9. Pruritus ani
  10. Diare

Faktor Risiko

  1. Mengkonsumsi daging yang dimasak setengah matang/mentah, dan mengandung larva sistiserkosis.
  2. Higiene yang rendah dalam pengolahan makanan bersumber daging.
  3. Ternak yang tidak dijaga kebersihan kandang dan makanannya.

Pemeriksaan Fisik

  1. Pemeriksaan tanda vital.
  2. Pemeriksaan generalis: nyeri ulu hati, ileus juga dapat terjadi jika strobila cacing membuat obstruksi usus.

Pemeriksaan Penunjang

  1. Pemeriksaan laboratorium mikroskopik dengan menemukan telur dalam spesimen tinja segar.
  2. Secara makroskopik dengan menemukan proglotid pada tinja
  3. Pemeriksaan laboratorium darah tepi: dapat ditemukan eosinofilia, leukositosis, LED meningkat.

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

Komplikasi :

Sistiserkosis

Penatalaksanaan dan Pengobatan Taeniasis

a. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan, antara lain:

  1. Mengolah daging sampai matang dan menjaga kebersihan hewan ternak.
  2. Menggunakan jamban keluarga.

b. Farmakologi:

  1. Pemberian albendazol menjadi terapi pilihan saat ini dengan dosis 400 mg, 1-2 x sehari, selama 3 hari, atau
  2. Mebendazol 100 mg, 3 x sehari, selama 2 atau 4 minggu.

Konseling dan Edukasi

Memberikan informasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, yaitu antara lain:

  1. Mengolah daging sampai matang dan menjaga kebersihan hewan ternak
  2. Sebaiknya setiap keluarga memiliki jamban keluarga.

Kriteria Rujukan

Bila ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada sistiserkosis

Sarana Prasarana

Laboratorium sederhana untuk pemeriksaan darah dan feses.

Prognosis

Prognosis pada umumnya bonam kecuali jika terdapat komplikasi berupa sistiserkosis

Kode ICD X

Kode ICD 10 Taeniasis adalah B68.9

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!