Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Stroke Pendarahan dan Stroke Sumbatan : Gejala, Pengobatan

stroke sumbatan iskemik dan stroke pendarahan hemmoragik
Ilustrasi Stroke Pada Otak Kanan

Pengertian

Stroke adalah defisit neurologis fokal (gangguan saraf pusat) yang terjadi mendadak, lebih dari 24 jam dan disebabkan oleh faktor vaskuler atau gangguan suplai darah ke otak. (Kode ICD Stroke Unspesified : I63.9)

Berdasarkan Riskesdas 2007, stroke merupakan penyebab kematian yang utama di Indonesia. stroke sendiri bisa dibedakan menjadi dua. yaitu stroke pendarahan atau hemoragik (pembuluh darah pecah di dalam otak) dan stroke sumbatan atau iskemik(pembuluh darah yang mengaliri otak tersumbat).

Keluhan Mendadak

  1. Kelumpuhan anggota gerak satu sisi (hemiparesis)
  2. Gangguan sensorik satu sisi tubuh
  3. Hemianopia (buta mendadak)
  4. Diplopia
  5. Vertigo
  6. Afasia
  7. Disfagia
  8. Disarthria
  9. Ataksia
  10. Kejang atau penurunan kesadaran

Untuk memudahkan digunakan istilah FAST (Face, Arm, Speech, Time).

Faktor Risiko

a. Faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi

  1. Usia
  2. Jenis kelamin
  3. Genetik

b. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi

  1. Hipertensi
  2. DM
  3. Penyakit jantung
  4. Dislipidemia
  5. Merokok
  6. Pernah mengalami TIA atau stroke
  7. Polisitemia
  8. Obesitas
  9. Kurang olahraga
  10. Fibrinogen tinggi

Pemeriksaan Fisik

a. Pemeriksaan tanda vital

  1. Pernapasan
  2. Nadi
  3. Suhu
  4. Tekanan darah harus diukur kanan dan kiri

b. Pemeriksaaan jantung paru

c. Pemeriksaan bruitkarotis

d. Pemeriksaan abdomen

e. Pemeriksaan ekstremitas

f. Pemeriksaan neurologis

  • Kesadaran : kualitatif dan kuantitatif (Glassgow Coma Scale = GCS) 2. Tanda rangsang meningeal : kaku kuduk, lasseque, kernig, brudzinsky
  • Saraf kranialis: sering mengenai nervus VII, XII, IX walaupun nervus kranialis lain bisa terkena
  • Motorik : kekuatan, tonus, refleks fisiologis, refleks patologis
  • Sensorik
  • Pemeriksaan fungsi luhur
  • Pada pasien dengan kesadaran menurun, perlu dilakukan pemeriksaan refleks batang otak:  Refleks kornea  Refleks pupil terhadap cahaya  Refleks okulo sefalik  Keadaan refleks respirasi

Pemeriksaan Penunjang :  CT scan kepala untuk membedakan stroke sumbatan dan stroke pendarahan

Klasifikasi

Stroke dibedakan menjadi:

  • Stroke pendarahan atau hemoragik biasanya disertai dengan sakit kepala hebat, muntah, penurunan kesadaran, tekanan darah tinggi.
  • Stroke sumbatan atau iskemik biasanya tidak disertai dengan sakit kepala hebat, muntah, penurunan kesadaran dan tekanan darah tidak tinggi.

Diagnosis Banding Membedakan stroke iskemik dan stroke hemoragik sangat penting untuk penatalaksanaan pasien.

Pengobatan Stroke Pendarahan dan Stroke Sumbatan

  1. Stabilisasi pasien dengan tindakan ABC.
  2. Pertimbangkan intubasi jika kesadaran stupor atau koma atau gagal nafas.
  3. Pasang jalur infus IV dengan larutan NaCl 0,9% dengan kecepatan 20 ml/jam (jangan memakai cairan hipotonis seperti dekstrosa 5% dalam air dan SALIN 0,45% karena dapat memperhebat edema otak).
  4. Berikan O2: 2-4 liter/menit via kanul hidung. e. Jangan memberikan makanan atau minuman lewat mulut.

Stroke Hemoragik

  1. Menurunkan tekanan darah untuk mencegah perdarahan ulang pada orang yang dasarnya normotensif (tensi normal) diturunkan sampai sistolik 160 mmHg, pada orang dengan hipertensi sedikit lebih tinggi.
  2. Tekanan dalam rongga tengkorak diturunkan dengan cara meninggikan posisi kepala 15-30% (satu bantal) sejajar dengan bahu Pasien dirujuk setelah kondisi lebih stabil.

Rencana Tindak Lanjut

a. Memodifikasi gaya hidup sehat

  1. Memberi nasehat untuk tidak merokok atau menghindari lingkungan perokok
  2. Menghentikan atau mengurangi konsumsi alkohol
  3. Mengurangi berat badan pada penderita stroke yang obes
  4. Melakukan aktivitas fisik sedang pada pasien stroke iskemik atau TIA. Intensitas sedang dapat didefinisikan sebagai aktivitas fisik yang cukup berarti hingga berkeringat atau meningkatkan denyut jantung 1-3 kali perminggu.

b. Mengontrol faktor risiko

  1. Tekanan darah
  2. Gula darah pada pasien DM
  3. Kolesterol
  4. Trigliserida
  5. Jantung

c. Pada pasien stroke iskemik diberikan obat-obat antiplatelet: asetosal, klopidogrel

Konseling dan Edukasi

a. Mengedukasi keluarga agar membantu pasien untuk tidak terjadinya serangan kedua.

b. Jika terjadi serangan berikutnya segera mendatangi pelayanan primer.

c. Mengawasi agar pasien teratur minum obat.

d. Membantu pasien menghindari faktor risiko.

Kriteria Rujukan

Semua pasien stroke setelah ditegakkan diagnosis dan diberikan penanganan awal selanjutnya dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan sekunder yang memiliki dokter spesialis saraf.

Prognosis

kemungkinan kesembuhan tergantung luas dan letak lesi. Untuk stroke pendarahan hemoragik sebagian besar buruk dan menimbulkan kematian

3 Comments

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!