Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Skabies : Gejala, Diagnosis ICD 10 dan Pengobatan

Skabies
Skabies

Definisi Skabies

Skabies  disebut gudik atau kudis adalah penyakit yang disebabkan infestasi dan sensitisasi kulit oleh tungau Sarcoptes scabiei dan produknya. (Kode ICD 10 Skabies : B86) 

Penularan terjadi, karena:

  1. Kontak langsung kulit dengan kulit penderita, seperti menjabat tangan, hubungan seksual, tidur bersama
  2. Kontak tidak langsung (melalui benda), seperti penggunaan perlengkapan tidur bersama dan saling meminjam pakaian, handuk dan alat-alat pribadi lainnya miliki alat-alat pribadi sendiri sehingga harus berbagi dengan temannya.

Gejala klinis

a. Pruritus nokturna, yaitu gatal yang hebat terutama pada malam hari atau saat penderita berkeringat.

b. Lesi timbul di stratum korneum yang tipis, seperti di sela jari, pergelangan tangan dan kaki, aksila, umbilikus, areola mammae dan di bawah payudara (pada wanita) serta genital eksterna (pria).

Faktor Risiko

a. Masyarakat yang hidup dalam kelompok yang padat seperti tinggal di asrama atau pesantren.

b. Higiene yang buruk.

c. Sosial ekonomi rendahseperti di panti asuhan, dll.

Pemeriksaan Fisik

Lesi kulit berupa terowongan (kanalikuli) berwarna putih atau abu-abu dengan panjang rata-rata 1 cm. Ujung terowongan terdapat papul, vesikel, dan bila terjadi infeksi sekunder, maka akan terbentuk pustul, ekskoriasi, dsb. Pada -anak, lesi lebih sering berupa vesikel disertai infeksi sekunder akibat garukan sehingga lesi menjadi bernanah.

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan mikroskopis dari kerokan kulit untuk menemukan tungau.

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Terdapat 4 tanda cardinal untuk diagnosis skabies, yaitu:

  1. Pruritus nokturna
  2. Menyerang manusia secara berkelompok
  3. Adanya gambaran polimorfik pada daerah predileksi lesi di stratum korneum yang tipis (sela jari, pergelangan volar tangan dan kaki, dsb)
  4. Ditemukannya tungau dengan pemeriksaan mikroskopis.

Diagnosis ditegakkan dengan menemukan 2 dari 4 tanda tersebut.

Diagnosis Banding

Penyakit kulit ini disebut juga dengan the great imitator dari kelainan kulit dengan keluhan gatal.

Diagnosis bandingnya adalah:

  1. Pioderma
  2. Impetigo
  3. Dermatitis
  4. Pedikulosis korporis

Komplikasi

Infeksi kulit sekunder terutama oleh S. aureus sering terjadi, terutama pada anak. Komplikasi skabies dapat menurunkan kualitas hidup dan prestasi belajar.

Penatalaksanaan

  1. Melakukan perbaikan higiene diri dan lingkungan, dengan: 1. Tidak menggunakan peralatan pribadi secara bersama-sama dan alas tidur diganti bila ternyata pernah digunakan oleh penderita skabies. 2. Menghindari kontak langsung dengan penderita penyakit ini.
  2. Terapi tidak dapat dilakukan secara individual melainkan harus serentak dan menyeluruh pada seluruh kelompok orang yang ada di sekitar penderita skabies.

Terapi diberikan dengan salah satu obat topikal (skabisid) di bawah ini:

  1. Salep 2-4 dioleskan di seluruh tubuh, selama 3 hari berturut-turut, dipakai setiap habis mandi.
  2. Krim permetrin 5% di seluruh tubuh. Setelah 10 jam, krim permetrin dibersihkan dengan sabun.

Terapi skabies ini tidak dianjurkan pada anak < 2 tahun.

Konseling dan Edukasi

Dibutuhkan pemahaman bersama agar upaya eradikasi penyakit ini bisa melibatkan semua pihak. Bila infeksi menyebar di kalangan santri di sebuah pesantren, diperlukan keterbukaan dan kerjasama dari pengelola pesantren. Bila sebuah barak militer tersebar infeksi, mulai dari prajurit sampai komandan barak harus bahu membahu membersihkan semua benda yang berpotensi menjadi tempat penyebaran penyakit.

Prognosis

Prognosis umumnya bonam, namun tatalaksana harus dilakukan juga terhadap lingkungannya.

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!