Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Reaksi Gigitan Serangga : Gejala, ICD 10 dan Pengobatan

Reaksi Gigitan Serangga
Reaksi Gigitan Serangga

Definisi

Reaksi gigitan serangga adalah reaksi hipersensitivitas atau alergi pada kulit akibat gigitan (bukan terhadap sengatan/stings), dan kontak dengan serangga. Gigitan hewan serangga, misalnya oleh nyamuk, lalat, bugs, dan kutu, yang dapat menimbulkan reaksi peradangan yang bersifat lokal sampai sistemik. (Kode ICD 10 Gigitan Serangga : T63.4)

Keluhan

Pasien datang dengan keluhan gatal, rasa tidak nyaman, nyeri, kemerahan, nyeri tekan, hangat atau bengkak pada daerah tubuh yang digigit, umumnya tidak tertutup pakaian.Kebanyakan penderita datang sesaat setelah merasa digigit serangga, namun ada pula yang datang dengan delayed reaction, misalnya 10-14 hari setelah gigitan berlangsung.

Keluhan kadang-kadang diikuti dengan reaksi sistemik gatal seluruh tubuh, urtikaria, dan angioedema, serta dapat berkembang menjadi suatu ansietas, disorientasi, kelemahan, GI upset (cramping, diarrhea, vomiting), dizziness, sinkop bahkan hipotensi dan sesak napas. Gejala dari delayed reaction mirip seperti serum sickness, yang meliputi demam, malaise, sakit kepala, urtikaria, limfadenopati dan poliartritis.

Faktor Risiko

  1. Lingkungan tempat tinggal yang banyak serangga.
  2. Riwayat atopi pada diri dan keluarga.
  3. Riwayat alergi.
  4. Riwayat alergi makanan.

Pemeriksaan Fisik

Tanda PatognomonisĀ Reaksi gigitan serangga

  1. Urtika dan papul timbul secara simultan di tempat gigitan, dikelilingi zona eritematosa.
  2. Di bagian tengah tampak titik (punktum) bekas tusukan/gigitan, kadang hemoragik, atau menjadi krusta kehitaman.
  3. Bekas garukan karena gatal.

Dapat timbul gejala sistemik seperti:

  1. Takipneu
  2. Stridor
  3. Wheezing
  4. Bronkospasme
  5. Hiperaktif peristaltik
  6. Dapat disertai tanda-tanda hipotensi orthostatic

Pada reaksi lokal yang parah dapat timbul eritema generalisata, urtikaria, atau edema pruritus, sedangkan bila terdapat reaksi sistemik menyeluruh dapat diikuti dengan reaksi anafilaksis.

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Klasifikasi

Berdasarkan waktu terjadinya:

  1. Reaksi tipe cepat. Terjadi segera hingga 20 menit setelah gigitan, bertahan sampai 1-3 jam.
  2. Reaksi tipe lambat. Pada anak terjadi > 20 menit sampai beberapa jam setelah gigitan serangga. Pada orang dewasa dapat muncul 3-5 hari setelah gigitan.
  3. Reaksi tidak biasa.
  4. Sangat segera, mirip anafilaktik.

Klasifikasi berdasarkan bentuk klinis:

  1. Urtikaria iregular.
  2. Urtikaria papular.
  3. Papulo-vesikular, misalnya pada prurigo.
  4. Punctum (titik gigitan), misalnya pada pedikulosis kapitis atau phtirus pubis.

Diagnosis Banding

Prurigo

Komplikasi

  1. Infeksi sekunder akibat garukan.
  2. Bila disertai keluhan sistemik, dapat terjadi: syok anafilaktik hingga kematian.

Pengobatan Reaksi Gigitan Serangga

  1. Prinsip penanganan kasus Reaksi gigitan serangga adalah dengan mengatasi respon peradangan baik yang bersifat lokal maupun sistemik. Reaksi peradangan lokal dapat dikurangi dengan sesegera mungkin mencuci daerah gigitan dengan air dan sabun, serta kompres es.
  2. Atasi keadaan akut terutama pada angioedema karena dapat terjadi obstruksi saluran napas. Penanganan pasien dapat dilakukan di Unit Gawat Darurat. Bila disertai obstruksi saluran napas diindikasikan pemberian ephinefrin sub kutan. Dilanjutkan dengan pemberian kortikosteroid Prednison 60-80 mg/hari selama 3 hari, dosis diturunkan 5-10 mg/hari.

Dalam kondisi stabil, terapi yang dapat diberikan yaitu:

  1. Antihistamin sistemik golongan sedatif: misalnya hidroksizin 2×25 mg per hari selama 7 hari atau Chlorpheniramine Maleat 3×4 mg selama 7 hari atau Loratadine 1×10 mg per hari selama 7 hari.
  2. Topikal: Kortikosteroid topikal potensi sedang-kuat: misalnya krim mometasone furoat 0.1% atau krim betametasone valerat 0.5% diberikan selama 2 kali sehari selama 7 hari.

Konseling dan Edukasi

Keluarga diberikan penjelasan mengenai:

  1. Minum obat secara teratur.
  2. Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, memakai baju berlengan panjang dan celana panjang, pada beberapa kasus boleh memakai mosquito repellent jika diperlukan, dan lain-lain agar terhindar dari gigitan serangga.

Prognosis

Prognosis pasien reaksi gigitan serangga umumnya bonam. Quo ad sanationam untuk reaksi tipe cepat dan reaksi tidak biasa adalah dubia ad malam, sedangkan reaksi tipe lambat adalah bonam.

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!