Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Radang Usus Buntu Akut : Gejala, Diagnosis, Pengobatan

Radang usus buntu Akut/Apendisitis akut
Lokasi Radang Usus Buntu Akut

Pengertian

Radang usus buntu Akut atau dalam bahasa medis disebut apendisitis akut adalah radang yang timbul secara mendadak pada usus buntu, merupakan salah satu kasus kegawatan yang sering ditemui, dan jika tidak ditangani segera dapat menyebabkan perforasi atau jebolnya dinding usus. (Kode ICD 10 Apendisitis Akut : K35)

Penyebab

a. Penyumbatan rongga usus buntu merupakan faktor penyebab paling sering

b. Infeksi parasit Entamoeba hystolitica dan benda asing lainnya

Keluhan

Keluhan Nyeri perut kanan bawah, mula-mula daerah ulu hati kemudian menjalar ke perut kanan bawah (titik Mc Burney). Apa bila telah terjadi peradangan (>6 jam) penderita baru dapat menunjukkan dengan jelas letak nyerinya.

Gejala Klinis

  1. Muntah
  2. Tidak mau makan, mual, muntah yang timbul beberapa jam sesudahnya, merupakan kelanjutan dari rasa nyeri yang timbul saat permulaan.
  3. Sakit kecing juga bisa timbul apabila peradangan dekat dengan kandung kemih.
  4. Susah BAB bisa sebelum datangnya rasa nyeri dan beberapa penderita malah mengalami diare.
  5. Gejala lain adalah demam yang tidak terlalu tinggi, yaitu suhu antara 37,50C – 38,50C tetapi bila suhu lebih tinggi, diduga telah terjadi perforasi.
  6. Variasi lokasi usus buntu akan menjelaskan keluhan nyeri yang beragam.

Pemeriksaan Fisik

Inspeksi

Penderita berjalan membungkuk sambil memegangi perutnya yang sakit, kembung (+) bila terjadi perforasi, penonjolan perut kanan bawah terlihat pada appendikuler abses.

Palpasi (di raba dengan jari atau telapak tangan)

  1. Terdapat nyeri tekan perut kanan bawah (titik Mc.Burney)
  2. Adanya rebound tenderness (nyeri lepas tekan, saat ditekan dengan jari)
  3. Adanya defens muscular (perut kaku seperti papan saat disentuh)
  4. Rovsing sign positif
  5. Psoas sign positif
  6. Obturator Sign positif

Auskultasi (dengan stetoskop)

Peristaltik normal, peristaltik (-) pada illeus paralitik karena peritonitis generalisata akibat appendisitis perforata. Auskultasi tidak banyak membantu dalam menegakkan diagnosis apendisitis, tetapi kalau sudah terjadi peritonitis maka tidak terdengar bunyi peristaltik usus.

Usus buntu yang mengalami gangren atau perforasi:

  1. Gejala progresif (keluhan awalnya ringan kemudian bertambah berat) dengan durasi lebih dari 36 jam
  2. Demam tinggi lebih dari 38,50C
  3. Lekositosis (Lebih dari 14.000)
  4. Dehidrasi dan asidosis
  5. Distensi
  6. Menghilangnya bising usus
  7. Nyeri tekan kuadran kanan bawah
  8. Rebound tenderness sign
  9. Rovsing sign
  10. Nyeri tekan seluruh lapangan abdominal

Pemeriksaan Penunjang:

a. Laboratorium darah lengkap

  1. Pada pasien dengan apendisitis akut, 70-90% hasil laboratorium nilai leukosit dan neutrofil akan meningkat, walaupun bukan penanda utama.
  2. Pada dengan keluhan dan pemeriksaan fisik untuk karakteristik apendisitis akut, akan ditemukan pada pemeriksaan darah adanya lekositosis 11.000-14.000/mm3, dengan pemeriksaan hitung jenis menunjukkan pergeseran kekiri hampir 75%.
  3. Jika jumlah lekosit lebih dari 18.000/mm3 maka umumnya sudah terjadi perforasi dan peritonitis.
  4. Pemeriksaan urin dapat digunakan sebagai konfirmasi dan menyingkirkan kelainan yang menyebabkan nyeri abdomen.
  5. Pertimbangkan adanya kehamilan ektopik (kehamilan diluar kandungan)  pada wanita usia subur, dan lakukan test kehamilan

b. Foto Polos Abdomen (Rontgen Perut)

  1. Pada radang usus buntu akut, pemeriksaan rontgen tidak banyak membantu. Mungkin terlihat adanya fekalit pada abdomen sebelah kanan bawah yang sesuai dengan lokasi apendiks, gambaran ini ditemukan pada 20% kasus.
  2. Kalau peradangan lebih luas dan membentuk infiltrat maka usus pada bagian kanan bawah akan kolaps.
  3. Dinding usus edematosa, keadaan seperti ini akan tampak pada daerah kanan bawah abdomen kosong dari udara.
  4. Gambaran udara seakan-akan terdorong ke pihak lain.
  5. Proses peradangan pada fossa iliaka kanan akan menyebabkan kontraksi otot sehingga timbul skoliosis ke kanan.
  6. Gambaran ini tampak pada penderita apendisitis akut. Bila sudah terjadi perforasi, maka pada foto abdomen tegak akan tampak udara bebas di bawah diafragma. Kadang-kadang udara begitu sedikit sehingga perlu foto khusus untuk melihatnya.
  7. Foto polos abdomen supine pada abses appendik kadang-kadang memberi pola bercak udara dan air fluid level pada posisi berdiri/LLD (decubitus), kalsifikasi bercak rim-like (melingkar) sekitar perifer mukokel yang asalnya dari appendik.
  8. Pada appendisitis akut, kuadran kanan bawah perlu diperiksa untuk mencari appendikolit: kalsifikasi bulat lonjong, sering berlapis.

Diagnosis Banding

Kemungkinan diagnosis lain dengan gejala yang hampir sama dengan usus buntu;

  1. Cholecystitis akut
  2. Divertikel Mackelli
  3. Enteritis regional
  4. Pankreatitis
  5. Batu ureter
  6. Cystitis
  7. Kehamilan Ektopik Terganggu (KET)
  8. Salphingitis akut

Komplikasi

  1. Perforasi appendix (dinding usus jebol)
  2. Peritonitis umum (radang rongga perut secara menyeluruh)
  3. Sepsis (masuknya kuman ke aliran darah)

 Radang usus buntu Akut

Pasien yang telah terdiagnosis radang usus buntu akut harus segera dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan operasi apendiktomi atau pengangkatan usus buntu, sedangkan pada pasien yang telah terjadi perforasi maka akan dilakukan operasi yang lebih besar untuk membersihkan rongga perut dari kotoran dan kuman.

Kode ICD X Apendisitis Akut

Kode ICD Acute Appendicitis adalah K35

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!