Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Pre eklampsia : Gejala, Diagnosis ICD 10 dan Pengobatan

Definisi Pre-eklampsia

Pre eklampsia merupakan kondisi spesifik pada kehamilan di atas 20 minggu yang ditandai dengan adanya disfungsi plasenta dan respon maternal terhadap adanya inflamasi spesifik dengan aktivasi endotel dan koagulasi. Tanda utama penyakit ini adanya hipertensi dan proteinuria. Hal ini merupakan masalah kedokteran yang serius dan memiliki tingkat komplesitas yang tinggi. Besarnya masalah ini bukan hanya karena berdampak pada ibu saat hamil dan melahirkan, namun juga menimbulkan masalah paskapersalinan.  (Kode ICD 10 Pre Eklampsia : O14.9)

Keluhan

Gejala yang timbul pada Pre eklampsia ialah edema. Timbulnya hipertensi dan proteinuria merupakan gejala yang paling penting, namun penderita seringkali tidak merasakan perubahan ini. Biasanya pasien datang dengan gejala pada kondisi yang sudah cukup lanjut atau pre-eklampsia berat, seperti gangguan penglihatan, sakit kepala hebat, nyeri perut bagian atas.

Faktor Risiko

a. Kondisi-kondisi yang berpotensi menyebabkan penyakit mikrovaskular (antara lain : diabetes melitus, hipertensi kronik, gangguan pembuluh darah)

b. Sindrom antibody antiphospholipid (APS)

c. Nefropati

d. Faktor risiko lainnya dihubungkan dengan kehamilan itu sendiri, dan faktor spesifik dari ibu atau janin.

  1. Umur > 40 tahun
  2. Nulipara
  3. Kehamilan multipel

e. Obesitas sebelum hamil

f. Riwayat keluarga

g. Riwayat pada kehamilan sebelumnya

Pemeriksaan Fisik

a. Pada pre eklampsia ringan: ditandai adanya peningkatan tekanan darah ≥ 140/90 mmhg

b. Pada pre eklampsia berat : tekanan darah > 160/110 mmHg, edema, pandangan kabur, nyeri di epigastrium atau nyeri pada kuadran kanan atas abdomen (akibat teregangnya kapsula glisson), sianosis, adanya pertumbuhan janin yang terhambat.

Pemeriksaan Penunjang

Proteinuria

Diagnosis klinis

Diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang. Penyakit ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu ringan dan berat berdasarkan gejala-gejala kliniknya.

Kategori pre-eklampsia berdasarkan gejala-gejala kliniknya
Kategori pre eklampsia berdasarkan gejala-gejala kliniknya

Diagnosis Banding

Hipertensi gestasional

Penatalaksanaan dan Pengobatan Pre Eklampsia

a. Tata laksana pre eklampsia ringan.

  1. Pantau keadaan klinis ibu tiap kunjungan antenatal: tekanan darah, berat badan, tinggi badan, indeks masa tubuh, ukuran uterus dan gerakan janin.
  2. Rawat jalan (ambulatoir)

 Ibu hamil banyak istirahat (berbaring/tidur miring)

 Konsumsi susu dan air buah

 Obat antihipertensi

Indikasi utama pemberian antihipertensi pada kehamilan adalah untuk keselamatan ibu dalam mencegah penyakit serebrovaskular. Meskipun demikian, penurunan tekanan darah dilakukan secara bertahap tidak lebih dari 25% penurunan dalam waktu 1 jam. Hal ini untuk mencegah terjadinya penurunan aliran darah uteroplasenter.

Obat antihipertensi yang dapat diberikan :

  1. Metildopa, biasanya dimulai pada dosis 250-500 mg per oral 2 atau 3 kali sehari, dengan dosis maksimum 3 g per hari, atau
  2. Nifedipin 10 mg kapsul per oral, diulang tiap 15-30 menit, dengan dosis maksimal 30 mg.

 Tidak perlu diberikan obat-obatan seperti: diuretik, dan sedatif.
b. Tata laksana pre-eklampsia berat.

Pemberian MgSO4 dosis awal dengan cara: ambil 4 mg MgSO4 (10 ml larutan MgSO4 40%) dan larutkan dalam 10 ml aquades. Berikan secara perlahan IV selama 20 menit. Jika akses IV sulit berikan masing-masing 5 mg MgSO4 ( 12,5 ml larutan MgSO4 40%) IM di bokong kiri dan kanan.

Prognosis

Prognosis pada umumnya dubia ad bonam baik bagi ibu maupun janin.

Tags:

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!