Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Pneumonia dan Bronkopneumonia : Diagnosis, Pengobatan

Pneumonia Bronkopneumonia
Pneumonia Bronkopneumonia

Definisi

Pneumonia atau bronkopneumonia adalah suatu peradangan/ inflamasi parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius dan alveoli, serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat. Penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit). Penyakit yang dimaksud di sini tidak termasuk dengan yang disebabkan oleh Mycobacteriumtuberculosis. (Kode ICD X Pneumonia : J18.9)

Keluhan

Gambaran klinik biasanya ditandai dengan:

  1. Batuk dengan dahak mukoid atau purulen kadang-kadang disertai darah
  2. Sesak napas
  3. Demam tinggi
  4. Nyeri dada

Faktor Risiko

  1. Umur, lebih rentan pada usia >65 tahun.
  2. Infeksi saluran napas atas yang tidak ditangani.
  3. Merokok.
  4. Penyakit penyerta: DM, PPOK, gangguan neurologis, gangguan kardiovaskuler.
  5. Terpajan polutan/ bahan kimia berbahaya.
  6. Tirah baring lama.
  7. Imunodefisiensi, dapat disebabkan oleh penggunaan steroid jangka panjang, malnutrisi, HIV.

Pemeriksaan Fisik

a. Pasien tampak sakit berat, kadang disertai sianosis

b. Suhu tubuh meningkat dan nadi cepat.

c. Respirasi meningkat tipe cepat dan dangkal.

d. Sianosis.

e. Nafas cuping hidung.

f. Retraksi interkostalis disertai tanda pada paru, yaitu:

  1. Inspeksi dapat terlihat bagian yang sakit tertinggal waktu bernapas.
  2. Palpasi fremitus dapat meningkat,
  3. Perkusi redup,
  4. Auskultasi terdengar suara napas bronkovesikuler sampai bronkial yang mungkin disertai ronki basah halus, yang kemudian menjadi ronki basah kasar pada stadium resolusi.

Pemeriksaan Penunjang

a. Thorax foto PA terlihat perselubungan pada daerah yang terkena.

b. Laboratorium

  1. Leukositosis (10.000-15.000/mm3) dengan hitung jenis pergeseran ke kiri (neutrofil batang tinggi). Leukosit <3.000/mm3, prognosisnya buruk.
  2. Analisa sputum adanya jumlah leukosit bermakna.
  3. Gram Sputum.

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Untuk diagnosis defenitif dilakukan pemeriksaan penunjang.

Kriteria

Diagnosis dengan Trias Pneumonia, yaitu:

  1. Batuk
  2. Demam
  3. Sesak

Klasifikasi

a. Berdasarkan klinis dan epideologis, dibedakan menjadi:

  1. Komuniti
  2. Nasokomial
  3. Aspirasi
  4. Penderita Immunocompromised

b. Berdasarkan bakteri penyebab

  1. Bakterial / tipikal.
  2. Atipikal, disebabkan Mycoplasma, Legionella dan Chlamydia.
  3. Virus.
  4. Jamur sering merupakan infeksi sekunder.

c. Berdasarkan predileksi infeksi

  1. Lobaris.
  2. Bronkopneumonia.
  3. Interstisial

Diagnosis Banding

  1. Bronkitis Akut
  2. Pleuritis eksudatif karena TB
  3. Ca paru
  4. Infark paru

Komplikasi

a. Efusi pleura.

b. Empiema.

c. Abses paru

d. Pneumotoraks

e. Gagal napas.

f. Sepsis.

Pengobatan  Pneumonia dan Bronkopneumonia

a. Pengobatan suportif seperti istirahat di tempat tidur dan minum secukupnya untuk mengatasi dehidrasi.

b. Terapi definitif dapat dilakukan menggunakan antibiotik sebagai berikut: 1. Penisilin sensitif Streptococcus pneumonia (PSSP), yaitu:

  • Golongan Penisilin: penisilin V, 4×250-500 mg/hari ( 25-50 mg/kbBB dalam 4 dosis), amoksisilin 3×250-500 mg/hari (anak 20-40 mg/kgBB dalam 3 dosis), atau sefalosporin golongan 1 (sefadroksil 500-1000mg dalam 2 dosis, pada anak 30 mg/kgBB/hari dalam 2 dosis)
  • TMP-SMZ  Makrolid
  1. Penisilin resisten Streptococcus pneumoniae (PRSP),yaitu:
  • Betalaktam oral dosis tinggi (untuk rawat jalan), Sefotaksim, Seftriakson dosis tinggi.
  • Makrolid: azitromisin 1×500 mg selama 3 hari (anak 10 mg/kgBB/hari dosis tunggal).
  • Fluorokuinolon respirasi: siprofloksasin 2×500 mg/hari.

Pemeriksaan Penunjang Lanjutan (bila diperlukan)

  1. Kultur sputum
  2. Kultur darah

Konseling dan Edukasi

  1. Edukasi Edukasi diberikan kepada individu dan keluarga mengenai pencegahan rekurensi dan pola hidup sehat, termasuk tidak merokok.
  2. Pencegahan Dilakukan dengan vaksinasi, terutama bagi golongan risiko tinggi, seperti orang usia lanjut, atau penderita penyakit kronis. Vaksin yang dapat diberikan adalah vaksinasi influenza (HiB) dan vaksin pneumokokal.

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!