Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Pitiriasis versikolor / Tinea versikolor atau Panu

Tinea Versikolor/Pitiriasis Versikolor atau Panu
Tinea Versikolor/Pitiriasis Versikolor atau Panu

Definisi

Tinea versikolor disebut juga Pitiriasis versikolor atau Panu adalah penyakit infeksi pada superfisial kulit dan berlangsung kronis yang disebabkan oleh jamur Malassezia furfur. Penyakit ini biasanya tidak memberikan keluhan subyektif, namun tampak adanya bercak berskuama halusberwarna putih sampai coklat hitam pada kulit yang terinfeksi. Prevalensi penyakit ini tinggi pada daerah tropis yang bersuhu hangat dan lembab. (Kode ICD 10 Tinea Versikolor : B36.0)

Keluhan

Pasien Tinea versikolor pada umumnya datang berobat karena tampak bercak putih pada kulitnya. Keluhan gatal ringan muncul terutama saat berkeringat, namun sebagian besar pasien asimptomatik.

Faktor Risiko Panu

a. Panu sering dijumpai pada dewasa muda (kelenjar sebasea lebih aktif bekerja).

b. Cuaca yang panas dan lembab.

c. Tubuh yang berkeringat.

d. Imunodefisiensi

Pemeriksaan Fisik Pitiriasis versikolor

Tanda Patognomonis Pitiriasis versikolor adalah Lesi berupa makula hipopigmentasi atau berwarna-warni, berskuama halus, berbentuk bulat atau tidak beraturan dengan batas tegas atau tidak tegas. Skuama biasanya tipis seperti sisik dan kadangkala hanya dapat tampak dengan menggores kulit (finger nail sign). Predileksi di bagian atas dada, lengan, leher, perut, kaki, ketiak, lipat paha, muka dan kepala. Penyakit ini terutama ditemukan pada daerah yang tertutup pakaian dan bersifat lembab.

Pemeriksaan Penunjang

a. Pemeriksaan lampu Wood menampakkan pendaran (fluoresensi) kuning keemasan pada lesi yang bersisik.

b. Pemeriksaan mikroskopis sediaan kerokan skuama lesi dengan KOH. Pemeriksaan ini akan tampak campuran hifa pendek dan spora-spora bulat yang dapat berkelompok (spaghetti and meatball appearance).

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Diagnosis Banding

  1. Vitiligo
  2. Dermatitis seboroik
  3. Pitiriasis alba
  4. Morbus hansen
  5. Eritrasma

Komplikasi

Jarang terjadi.

Tinea Versikolor

a. Pasien Pitiriasis versikolor disarankan untuk tidak menggunakan pakaian yang lembab dan tidak berbagi penggunaan barang pribadi dengan orang lain.

b. Pengobatan terhadap keluhannya dengan:

1. Pengobatan topikal

  • Suspensi selenium sulfida 1,8%, dalam bentuk shampo yang digunakan 2-3 kali seminggu. Obat ini digosokkan pada lesi dan didiamkan 15-30 menit sebelum mandi.
  • Derivat azol topikal, antara lain mikonazol dan klotrimazol.

2. Pengobatan sistemik

Diberikan apabila penyakit ini terdapat pada daerah yang luas atau jika penggunaan obat topikal tidak berhasil. Obat tersebut, yaitu:

  • Ketokonazol per oral dengan dosis 1 x 200 mg sehari selama 10 hari, atau
  • Itrakonazol per oral dengan dosis 1 x 200 mg sehari selama 5-7 hari (pada kasus kambuhan atau tidak responsive dengan terapi lainnya).

Konseling dan Edukasi

Edukasi pasien Tinea versikolor dan keluarga bahwa pengobatan harus dilakukan secara menyeluruh, tekun dan konsisten, karena angka kekambuhan tinggi (± 50% pasien). Infeksi jamur panu dapat dibunuh dengan cepat tetapi membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mengembalikan pigmentasi ke normal. Untuk , diusahakan agar pakaian tidak lembab dan tidak berbagi dengan orang lain untuk penggunaan barang pribadi.

Prognosis

Prognosis Pitiriasis versikolor umumnya bonam.

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!