Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Pertusis : Gejala, Diagnosis ICD X dan Pengobatan

Pertusis atau Batuk Rejan
Pertusis atau Batuk Rejan

Definisi

Pertusis adalah penyakit infeksi saluran pernafasan akut yang sangat menular ditandai dengan suatu sindrom yang berupa batuk yang bersifat spasmodik dan paroksismal disertai nada yang meninggi karena penderita berupaya keras untuk menarik nafas sehingga pada akhir batuk sering disertai bunyi yang khas (whoop). (Kode ICD 10 Pertusis : A37.8)

Keluhan

Perjalanan klinis dibagi menjadi 3 stadium yaitu:

  1. Stadium Kataralis (stadium prodormal) Lamanya 1-2 minggu. Gejalanya berupa : infeksi saluran pernafasan atas ringan, panas ringan, malaise, batuk, lacrimasi, tidak nafsu makan dan kongesti nasalis.
  2. Stadium Akut paroksismal (stadium spasmodik) Lamanya 2-4 minggu atau lebih. Gejalanya berupa : batuk sering 5-10 kali, selama batuk pada tidak dapat bernafas dan pada akhir serangan batuk pasien menarik nafas dengan cepat dan dalam sehingga terdengar yang berbunyi melengking (whoop), dan diakhiri dengan muntah.
  3. Stadium konvalesen Ditandai dengan berhentinya whoop dan muntah. Batuk biasanya menetap untuk beberapa waktu dan akan menghilang sekitar 2-3 minggu.

Faktor Risiko

  1. Siapa saja dapat terkena.
  2. Orang yang tinggal di rumah yang sama dengan pasien.
  3. Imunisasi amat mengurangi risiko terinfeksi, tetapi infeksi kembali dapat terjadi.

Pemeriksaan Fisik

  1. Batuk berat yang berlangsung lama
  2. Batuk disertai bunyi ‘whoop’
  3. Muntah
  4. Sianosis

Pemeriksaan Penunjang

  1. Pemeriksaan apus darah tepi, ditemukan leukosistosis dan limfositosis relatif
  2. Kultur

Diagnosis Klinis

Diagnosis Batuk rejan ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang.

Kriteria :

  1. Terdeteksinya Bordatella pertusis dari spesimen nasofaring
  2. Kultur swab nasofaring ditemukan Bordatella

Komplikasi Batuk rejan

  1. Pneumonia
  2. Encephalitis
  3. Malnutrisi

Pertusis

a. Pemberian makanan yang mudah ditelan, bila pemberian muntah sebaiknya berikan cairan elektrolit secara parenteral.

b. Pemberian jalan nafas.

c. Oksigen

d. Pemberian farmakoterapi:

  1. Antibiotik: Eritromisin 30 – 50 mg/kgBB 4 x sehari
  2. Antitusif: Kodein 0,5 mg/tahun/kali dan
  3. Salbutamol dengan dosis 0,3-0,5 mg perkg BB/hari 3x sehari.

Konseling dan Edukasi

  1. Edukasi: Edukasi diberikan kepada individu dan keluarga mengenai rekurensi.
  2. Pencegahan: Imunisasi dasar lengkap harus diberikan pada anak kurang dari 1 tahun.

Prognosis

Prognosis batuk rejan umumnya bonam, namun dapat terjadi berulang (dubia ad bonam) Sanationam: Dubia ad bonam.

Tags:

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!