Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Penyakit Rematik Sendi atau Rheumatoid Arthritis

Penyakit Rematik Sendi
Penyakit Rematik Sendi

Pengertian

Penyakit rematik sendi atau rheumatoid arthritis adalah suatu autoimun yang ditandai dengan terdapatnya sinovitis erosif simetrik (bagian tubuh kanan dan kiri sama-sama terkena) yang walaupun terutama mengenai jaringan persendian, seringkali juga melibatkan organ tubuh lainnya. (Kode ICD 10 Rheumatoid arthritis : M05)

Keluhan

Gejala pada awal penyakit rematik sendi: lelah (malaise), anoreksia, seluruh tubuh terasa lemah yang berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Gejala spesifik pada beberapa sendi (poliartrikular) secara simetris, terutama sendi PIP (proximal interphalangeal), sendi MCP (metacarpophalangeal), pergelangan tangan, lutut, dan kaki.

Gejala sinovitis pada sendi yang terkena: bengkak, nyeri yang diperburuk dengan gerakan sehingga gerakan menjadi terbatas, kekakuan pada pagi hari > 1 jam.

Gejala ekstraartikular: mata (episkleritis), saluran nafas atas (nyeri tenggorok, nyeri menelan atau disfonia yang terasa lebih berat pada pagi hari), kardiovaskular (nyeri dada pada perikarditis), hematologi (anemia).

Faktor Risiko

  1. Usia > 60 tahun.
  2. Wanita, usia >50 tahun atau menopause.
  3. Kegemukan.
  4. Pekerja berat dengan penggunaan satu sendi terus menerus.
  5. Faktor genetik.
  6. Hormon seks.
  7. Infeksi tubuh.

Pemeriksaan Fisik

Manifestasi artikular:

Pada lebih dari 3 sendi (poliartritis) terutama di sendi tangan, simetris, immobilisasi sendi, pemendekan otot seperti pada vertebra servikalis, gambaran deformitas sendi tangan (swan neck, boutonniere).

Manifestasi ekstraartikular:

  1. Kulit: terdapat nodul rheumatoid pada daerah yg banyak menerima penekanan, vaskulitis.
  2. Soft tissue rheumatism, seperti carpal tunnel syndrome atau frozen shoulder.
  3. Mata dapat ditemukan kerato-konjungtivitis sicca yang merupakan manifestasi sindrom Sjorgen, episkleritis/ skleritis. Konjungtiva tampak anemia akibat penyakit kronik.
  4. Sistem respiratorik dapat ditemukan adanya radang sendi krikoaritenoid, pneumonitis interstitial, efusi pleura, atau fibrosis paru luas.
  5. Sistem kardiovaskuler dapat ditemukan perikarditis konstriktif, disfungsi katup, fenomena embolisasi, gangguan konduksi, aortritis, kardiomiopati.

Pemeriksaan Penunjang

  1. Faktor reumatoid (RF) serum.
  2. Radiologi tangan dan kaki. Gambaran dini berupa pembengkakan jaringan lunak, diikuti oleh osteoporosis juxta-articular dan erosi pada bare area tulang. Keadaan lanjut terlihat penyempitan celah sendi, osteoporosis difus, erosi meluas sampai daerah subkondral.
  3. ACPA (anti-cyclic citrullinated peptide antibody) / anti-CCP.
  4. CRP.
  5. Analisis cairan sendi.
  6. Biopsi sinovium/ nodul rheumatoid.

Kriteria Diagnosis Rheumatoid Arthritis

Berdasarkan ACR tahun 1987:

  1. Kaku pagi, sekurangnya 1 jam.
  2. Artritis pada sekurangnya 3 sendi.
  3. Artritis pada sendi pergelangan tangan, metacarpophalanx (MCP) dan Proximal Interphalanx (PIP).
  4. Artritis yang simetris.
  5. Nodul rheumatoid.
  6. Faktor reumatoid serum positif. Hasil positif dijumpai pada sebagian besar kasus (85%), sedangkan hasil negatif tidak menyingkirkan adanya RA.
  7. Gambaran radiologik yang spesifik.
  8. LED dan CRP meningkat.
  9. Analisis cairan sendi: terdapat gambaran inflamasi ringan-sedang.

Untuk diagnosis Rheumatoid Arthritis (rA) atau  penyakit rematik sendi, diperlukan 4 dari 7 kriteria tersebut di atas. Kriteria 1-4 harus minimal diderita selama 6 minggu.

Diagnosis Banding

  1. Penyebab arthritis lainnya
  2. Spondiloartropati seronegatif
  3. Lupus eritematosus sistemik
  4. Sindrom Sjogren

Komplikasi

  1. Deformitas sendi (boutonnierre, swan neck, deviasi ulnar)
  2. Sindrom terowongan karpal (TCS)
  3. Sindrom Felty (gabungan gejala RA, splenomegali, leukopenia, dan ulkus pada tungkai; juga sering disertai limfadenopati dan trombositopenia)

Pengobatan Penyakit Rematik Sendi

  1. Pasien rematik sendi diberikan informasi untuk memproteksi sendi, terutama pada stadium akut dengan menggunakan decker.
  2. Pemberian obat anti inflamasi non-steroid, seperti: diklofenak 50-100 mg 2x/hari, meloksikam 7,5–15 mg/hari, celecoxib 200-400 mg/sehari.
  3. Pemberian golongan steroid, seperti: prednison atau metil prednisolon dosis rendah (sebagai bridging therapy).
  4. Fisioterapi, tatalaksana okupasi, bila perlu dapat diberikan ortosis.

Kode ICD X

Kode ICD 10 Rheumatoid arthritis adalah M05

Baca Juga : Polimialgia Reumatik

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!