Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Partus Lama : Gejala, Diagnosis ICD 10 dan Pengobatan

Persalinan Kala Memanjang pada Partus Lama
Persalinan atau partus Lama

Pengertian

Partus lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 18-24 jam sejak dimulai dari tanda-tanda persalinan. (Kode ICD X Partus lama: O63.9)

Etiologi:

  1. Disporsi fetopelvik
  2. Malpresentasi dan malposisi
  3. Kerja uterus tidak efisien
  4. Serviks yang kaku
  5. Primigravida
  6. Ketuban pecah dini
  7. Analgesia dan anesthesia yang berlebihan

Keluhan

Pasien datang dalam kondisi fase persalinan Kala 1 atau Kala 2 dengan status: Kelainan Pembukaan Serviks atau Partus Macet atau Partus macet

Faktor Risiko: (“Po, Pa, Pa” atau gabungan 3 P )

  1. Power : His tidak adekuat (his dengan frekuensi < 3x/10 menit dan durasi setiap kontraksinya < 40 detik).
  2. Passenger : malpresentasi, malposisi, janin besar.
  3. Passage
  4. Gabungan dari faktor-faktor di atas.

Pemeriksaan Fisik

Pada ibu:

a. Gelisah

b. Letih

c. Suhu badan meningkat

d. Berkeringat

e. Nadi cepat

f. Pernafasan cepat

g. Meteorismus

h. Bandle ring, edema vulva, oedema serviks, cairan ketuban berbau terdapat mekoneum

Pada janin:

a. Denyut janin cepat, hebat, tidak teratur, bahkan negatif

b. Air ketuban terdapat mekoneum kental kehijau-hijauan, cairan berbau

c. Caput succedenium yang besar

d. Moulage kepala yang hebat

e. Kematian janin dalam kandungan
panggul sempit, kelainan serviks atau vagina, tumor jalan lahir.

f. Kematian janin intrapartal

Kelainan Pembukaan Serviks

a. Persalinan Lama

  1. Nulipara: Kemajuan pembukaan (dilatasi) serviks pada fase aktif < 1,2 cm/jam
     Kemajuan turunnya bagian terendah < 1 cm/jam
  2. Multipara:  Kemajuan pembukaan (dilatasi) serviks pada fase aktif < 1,5 cm/jam)
     Kemajuan turunnya bagian terendah <2 cm/jam

b. Persalinan Macet

  1. Nulipara: Fase deselerasi memanjang ( > 3 jam ) , Tidak ada pembukaan (dilatasi) > 2 jam  Tidak ada penurunan bagian terendah > 1 jam, Kegagalan penurunan bagian terendah (Tidak ada penurunan pada fase deselerasi atau kala 2)
  2. Multipara: Fase deselerasi memanjang > 1 jam , Tidak ada pembukaan (dilatasi) > 2 jam  Tidak ada penurunan bagian terendah > 1 jam, Kegagalan penurunan bagian terendah (Tidak ada penurunan pada fase deselerasi atau kala 2)

Faktor Penyebab:

a. His tidak efisien (in adekuat)

b. Faktor janin (malpresentasi, malposisi, janin besar)

c. Faktor jalan lahir (panggul sempit, kelainan serviks, vagina, tumor)

Faktor Predisposisi:

a. Paritas dan interval kelahiran

b. Ketuban pecah dini

Pemeriksaan penunjang:

a. Partograf

b. Dopler

c. Urin

d. Darah tepi lengkap

Diagnosis Klinis

  1. Distosia pada kala I fase aktif: Grafik pembukaan serviks pada partograf berada di antara garis waspada dan garis bertindak, atau sudah memotong garis bertindak; atau
  2. Fase ekspulsi (kala II) memanjang: Tidak ada kemajuan penurunan bagian terendah janin pada persalinan kala II.

Dengan batasan waktu:

  1. Maksimal 2 jam untuk nulipara dan 1 jam untuk multipara; atau
  2. Maksimal 3 jam untuk nulipara dan 2 jam untuk multipara bila pasien menggunakan analgesia epidural .

Penatalaksanaan Partus Lama

Motivasi pasien dalam proses persalinan dan informasikan rencana persalinan sesuai dengan perkembangan pasien.

Penanganan partus lama menurut Saifudin AB (2007) :

a. False labor (Persalinan palsu/belum inpartu) Bila his belum teratur dan porsio masih tertutup, pasien boleh pulang. Periksa adanya infeksi saluran kencing, KPD dan bila didapatkan adanya infeksi, obati secara adekuat. Bila tidak, pasien boleh rawat jalan.

b. Prolonged laten phase (fase laten yang memanjang)

Diagnosis fase laten memanjang dibuat secara retrospektif. Bila his berhenti disebut persalinan palsu atau belum inpartu. Bila kontraksi makin teratur dan pembukaan bertambah sampai 3 cm, disebut fase laten. Apabila ibu berada dalam fase laten lebih dari 8 jam dan tidak ada kemajuan, rujuk pasien dan lakukan penatalaksanaan awal sebagai berikut:

  1. Bila didapat perubahan dalam penipisan dan pembukaan serviks, lakukan drip oksitosin dengan 5 unit dalam 500 cc dekstrose (atau NaCl) mulai dengan 8 tetes permenit, setiap 30 menit ditambah 4 tetes sampai his adekuat (maksimal 40 tetes/menit) atau berikan preparat prostaglandin, lakukan penilaian ulang setiap 4 jam.
  2. Bila tidak ada perubahan dalam penapisan dan pembukaan serviks serta tidak didapat tanda gawat janin, kaji ulang diagnosisnya kemungkinan ibu belum dalam keadaan inpartu.
  3. Bila didapatkan tanda adanya amniositis, berikan induksi dengan oksitosin 5 unit dan 500 cc dekstrose (atau NaCl) mulai dengan 8 tetes permenit, setiap 15 menit ditambah 4 tetes sampai adekuat (maksimal 40 tetes/menit) atau berikan preparat prostaglandin, sertaobati infeksi dengan ampicillin 2 gr IV sebagai dosis awal dan 1 gr IV setiap 6 jam, serta gentamicin 2×80 mg.

c. Prolonged active phase (fase aktif memanjang) Bila tidak didapatkan tanda adanya CPD atau adanya obstruksi:

  1. Berikan penanganan umum yang kemungkinan akan memperbaiki kontraksi dan mempercepat kemajuan persalinan.
  2. Bila ketuban intak, pecahkan ketuban. Bila kecepatan pembukaan serviks pada waktu fase aktif kurang dari 1 cm/jam, lakukan penilaian kontraksi uterusnya.

d. Kontraksi uterus adekuat Bila kontraksi uterus adekuat (3 dalam 10 menit dan lamanya lebih dari 40 detik), pertimbangan adanya kemungkinan CPD, obstruksi, malposisi, atau malpresentasi

e. Chefalo Pelvic Disporpotion (CPD) CPD terjadi karena bayi terlalu besar atau pelvis kecil. Bila dalam persalinan terjadi CPD akan didapatkan persalinan macet. Cara penilaian pelvis yang baik adalah dengan melakukan partus percobaan (trial of labor). Kegunaan pelvimetri klinis terbatas

  1. Bila diagnosis CPD ditegakkan, rujuk pasien untuk Secsio Cesaria(SC)
  2. Bila bayi mati, lakukan kraniotomi atau embriotomi (bila tidak mungkin dilakukan SC)

f. Obstruksi (partus macet)

Bila ditemukan tanda-tanda obstruksi:

  1. Bila bayi masih hidup, rujuk untuk SC
  2. Bila bayi mati, lahirkan dengan kraniotomi/embriotomi

g. Malposisi/malpresentasi

  1. Lakukan evaluasi cepat kondisi ibu
  2. Lakukan evaluasi kondisi janin DJJ, bila ketuban pecah lihat warna ketuban 
  3. Bila didapatkan mekoneum, awasi ketat atau intervensi . Tidak ada cairan ketuban saat ketuban pecah menandakan adanya pengurangan jumlah air ketubah yang ada hubungannya dengan gawat janin. Pemberian bantuan secara umum pada ibu inpartu akan memperbaiki kontraksi atau kemajuan persalinan.
  4. Lakukan penilaian kemajuan persalinan memakai partograf.

h. Kontraksi uterus tidak adekuat (inersia uteri) Bila kontraksi uterus tidak adekuat dan disporporsi atau obstruksi bisa disingkirkan, penyebab paling banyak partus lama adalah kontraksi yang tidak adekuat.

i. Kala 2 memanjang (prolonged explosive phase) Upaya mengejan ibu menambah risiko pada bayi karena mengurangi jumlah oksigen ke plasenta, maka dari itu sebaiknya dianjurkan mengedan secara spontan, mengedan dan menahan napas yang terlalu lama tidak dianjurkan. Perhatikan DJJ bradikardi yang lama mungkin terjadi akibat lilitan tali pusat. Dalam hal ini, lakukan ekstraksi vakum/forceps bila syarat memenuhi. Bila malpresentasi dan tanda obstruksi bisa disingkirkan, berikan oksitosin drip. Bila pemberian oksitosis drip tidak ada kemajuan dalam 1 jam, lahirkan dengan bantuan ekstraksi vakum/forcep bila persyaratan terpenuhi atau rujuk pasien untuk SC.

Komplikasi:

  1. Infeksi intrapartum
  2. Ruptura uteri
  3. Pembentukan fistula
  4. Cedera otot-otot dasar panggul
  5. Kaput suksedaneum
  6. Molase kepala janin
  7. Kematian ibu dan

Konseling dan Edukasi

Dibutuhkan dukungan dari suami pasien. Pendekatan yang dilakukan kepada keluarga sehubungan dengan proses penyembuhan penyakit pasien maupun penularan atau relaps penyakit ini.

Kriteria rujukan

Partus lama dirujuk apabila tidak dapat ditangani di pelayanan primer atau apabila level kompetensi SKDI dengan kriteria merujuk (<3B)

Prognosis

Prognosis untuk ad vitam adalah dubia ad bonam, namun ad fungsionam dan sanationam adalah dubia ad malam.

Tags:

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!