Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Neurodermatitis : Gejala, Diagnosis ICD 10 dan Pengobatan

Pengobatan Neurodermatitis
Neurodermatitis atau Liken Simpleks

Pengertian

Neurodermatitis atau Liken simpleks kronik adalah kelainan kulit berupa peradangan kronis, sangat gatal berbetuk sirkumskrip dengan tanda berupa kulit tebal dan menonjol menyerupai kulit batang kayu akibat garukan dan gosokan yang berulang-ulang. Penyebab kelainan ini belum diketahui. (Kode ICD 10 Neurodermatitis : L28)

Keluhan

Pasien datang dengan keluhan gatal sekali pada kulit, tidak terus menerus, namun dirasakan terutama malam hari atau waktu tidak sibuk. Bila terasa gatal, sulit ditahan bahkan hingga harus digaruk sampai luka baru gatal hilang untuk sementara.

Faktor Risiko

Perempuan lebih sering ditemukan dibandingkan laki-laki, dengan puncak insidensi 30-50 tahun.

Pemeriksaan Fisik Tanda Patognomonis

  1. Lesi biasanya tunggal, namun dapat lebih dari satu.
  2. Dapat terletak dimana saja yang mudah dicapai tangan. Biasanya terdapat di daerah tengkuk, sisi leher, tungkai bawah, pergelangan kaki, kulit kepala, paha bagian medial, lengan bagian ekstensor, skrotum dan vulva.
  3. Awalnya lesi berupa eritema dan edema atau kelompokan papul, kemudian karena garukan berulang, bagian tengah menebal, kering,berskuama serta pinggirnya mengalam hiperpigmentasi. Bentuk umumnya lonjong, mulai dari lentikular sampai plakat.

Pemeriksaan penunjang

Tidak diperlukan

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Diagnosis Banding

  1. Dermatitis atopik.
  2. Dermatitis kontak.
  3. Liken planus.
  4. Dermatitis numularis.

Penatalaksanaan dan Pengobatan Neurodermatitis

a. Pasien disarankan agar tidak terus menerus menggaruk lesi saat gatal, serta mungkin perlu dilakukan konsultasi dengan psikiatri.

b. Prinsip pengobatan yaitu mengusahakan berkurangnya garukan.

  1. Antipruritus: antihistamin dengan efek sedatif, seperti hidroksisin 1050 mg setiap 4 jam, difenhidramin 25-50 mg setiap 4-6 jam (maksimal 300 mg/hari), atau klorfeniramin maleat (CTM) 4 mg setiap 4-6 jam (maksimal 24 mg/hari).
  2. Glukokortikoid topikal, antara lain: betametason dipropionat, 0,05% salep/krim 1-3x/hari, metilprednisolon aseponat 0,1% salep/krim 12x/hari, atau mometason furoat 0,1% salep/krim 1x/hari.

Glukokortikoid dapat dikombinasi dengan tar, untuk efek anti inflamasi

Konseling dan Edukasi

  1. Memberitahu keluarga mengenai kondisi pasien dan penanganannya.
  2. Menyarankan pasien untuk melakukan konsultasi dengan psikiatri dan mencari kemungkinan penyakit lain yang mendasari penyakit ini.

Kriteria Rujukan

Rujukan dilakukan dengan tujuan untuk mengatasi penyebab lain yang mendasari dengan berkonsultasi kepada psikiatri atau dokter spesialis kulit.

Sarana Prasarana:

Lup

Prognosis

Prognosis pada umumnya bonam, namun quo ad sanationamnya adalah dubia ad bonam.

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!