Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Mastitis : Gejala, Diagnosis ICD 10 dan Pengobatan

Pengobatan Mastitis
Nyeri Payudara Karena Mastitis

Pengertian

Mastitis adalah peradangan payudara yang terjadi biasanya pada masa nifas atau sampai 3 minggu setelah persalinan. Kejadian mastitis berkisar 2-33% dari ibu meneteki dan lebih kurang 10% kasus mastitis akan berkembang menjadi abses (nanah), dengan gejala yang makin berat.  (Kode ICD 10 mastitis : N61) 

Keluhan

Nyeri didaerah payudara.

Gejala klinis

a. Demam disertai menggigil
b. Mialgia
c. Nyeri didaerah payudara

Faktor Risiko

a. Primipara
b. Stress
c. Tehnik meneteki yang tidak benar, sehingga proses pengosongan payudara tidak terjadi dengan baik.
d. Pemakaian kutang yang terlalu ketat
e. Penghisapan bayi yang kurang kuat, dapat menyebabkan statis dan obstruksi kelenjar payudara.
f. Bentuk mulut bayi yang abnormal (ex: cleft lip or palate), dapat menimbulkan trauma pada puting susu.
g. Terdapat luka pada payudara.

Pemeriksaan fisik

a. Pemeriksaan tanda vital : nadi meningkat (takikardi).
b. Pemeriksaan payudara:
1. payudara membengkak
2. lebih teraba hangat
3. kemerahan dengan batas tegas
4. adanya rasa nyeri
5. unilateral
6. dapat pula ditemukan luka pada payudara

Diagnosis Klinis

Berdasarkan tempatnya, mastitis dapat dibedakan menjadi 3 macam, antara lain :

  1. Mastitis yang menyebabkan abses dibawah areola mammae.
  2. Mastitis ditengah payudara yangmenyebabkan abses ditempat itu.
  3. Mastitis pada jaringan dibawah dorsal kelenjar-kelenjar yang menyebabkan abses antara payudara dan otot-otot dibawahnya.

Mastitis

  1. Memberikan informasi kepada para ibu menyusui sebagai upaya terjadinya penyakit ini, dengan melakukkan perawatan payudara yang baik, pemberian laktasi yang adekuat, dan membersihkan sisa air susu yang ada dikulit payudara.
  2. Melakukkan pencegahan terjadinya komplikasi abses dan sepsis dengan cara : bedrest, pemberian cairan yang cukup, tetap dianjurkan untuk laktasi dan pengosongan payudara.
  3. Lakukkan kompres hangat
  4. Lakukkan massase pada punggung untuk merangsang pengeluaran oksitosin agar ASI dapat menetes keluar.
  5. Bila sudah terjadi abses : dapat dilakukan insisi/sayatan untuk mengeluarkan nanah dan dilanjutkan dengan drainase dengan pipa/handscoen drain agar nanah dapat keluar. Sayatan sebaiknya dibuat sejajardengan duktus laktiferus untuk mencegah kerusakan pada jalannya duktus tersebut.

Memberikan farmakoterapi:

  1. Obat penghilang rasa sakit
  2. Obat anti inflamasi
  3. Obat antibiotik

Pemberian antibiotik secara ideal berdasarkan hasil kepekaan kultur kuman yang diambil dari air susu sehingga keberhasilan terapi dapat terjamin. Namun karena kultur kuman tidak secara rutin dilakukan, maka secara empiris pilihan pengobatan pertama terutama ditujukan pada Stafilokokus aureus sebagai penyebab terbanyak dan Streptokokus yaitu dengan penisilin tahan penisilinase (dikloksasilin) atau sefalosforin. Untuk yang alergi penisilin dapat digunakan eritromisin atau sulfa.

Pada sebagian kasus antibiotik dapat diberikan secara peroral dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.

  1. Amoxicilin: 875 mg, 2x sehari; atau
  2. Cephalexin: 500 mg, 4x sehari; atau
  3. Ciprofloxacin: 500 mg, 2x sehari; atau
  4. Clindamicin: 300 mg, 4x sehari; atau
  5. Trimethoprim/sulfamethoxazole: 160 mg/800 mg, 2x sehari.

Konseling dan Edukasi

  1. Memberikan pengertian dan pengetahuan kepada pasien, suami, dan keluarga mengenai pemberian laktasi dengan baik dan benar, dampak dari pemberian laktasi yang tidak sesuai.
  2. Memberikan motivasi untuk selalu mengosongkan payudara, baik dengan melakukan laktasi langsung, maupun dengan pemompaan payudara.
  3. Menjaga kebersihan payudara dan puting susu ibu.
  4. Menjaga kebersihan mulut dan hidung bayi (sumber utama masuknya kuman jika ada luka pada puting susu ibu)

Komplikasi:

  1. Abses mammae
  2. Sepsis

Sarana Prasarana

  1. Lampu
  2. Kasa steril
  3. Sarung tangan steril
  4. Bisturi

Prognosis

Prognosis pada umumnya bonam

Baca Juga: Makalah/Referat Hiperplasia Endometrium

Tags:

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!