Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Gizi Buruk atau Malnutrisi Energi Protein : ICD, Pengobatan

Pengertian

Malnutrisi Energi Protein (MEP) atau gizi buruk adalah penyakit akibat kekurangan energi dan protein umumnya disertai defisiensi nutrisi lain. (Kode ICD MEP 10 : E46)

Klasifikasi dari MEP adalah :

  1. Kwashiorkor.
  2. Marasmus.
  3. Marasmus Kwashiorkor.

Keluhan

a. Kwashiorkor, dengan keluhan:

  1. Edema
  2. Wajah sembab
  3. Pandangan sayu
  4. Rambut tipis, kemerahan seperti warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa sakit, rontok. 5. rewel, apatis.

b. Marasmus, dengan keluhan:

  1. Sangat kurus
  2. Cengeng
  3. Rewel
  4. Kulit keriput

c. Marasmus Kwashiorkor, dengan keluahan kombinasi dari ke 2 penyakit tersebut diatas.

Faktor Risiko MEP

  1. Berat badan lahir rendah.
  2. HIV.
  3. Infeksi TB.
  4. Pola asuh yang salah.

Pemeriksaan Fisik Gizi Buruk

  1. BB/TB < 70% atau < -3SD
  2. Marasmus: tampak sangat kurus, tidak ada jaringan lemak bawah kulit, anak tampak tua, baggy pants appearance.
  3. Kwashiorkor: edema, rambut kuning mudah rontok, crazy pavement dermatoses
  4. Tanda dehidrasi
  5. Demam
  6. Frekuensi dan tipe pernapasan: pneumonia atau gagal
  7. Sangat pucat
  8. Pembesaran hati, ikterus
  9. Tanda defisiensi vitamin A pada : konjungtiva kerig, ulkus , keratomalasia
  10. Ulkus pada mulut k. LILA < 11,5 cm untuk anak 6-59 bulan

Pemeriksaan Penunjang

  1. Laboratorium: gula darah, Hb, Ht, preparat apusan darah, urine rutine, feses.
  2. Antropometri.
  3. Foto toraks.
  4. Uji tuberkulin.

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan tanda dan gejala klinis serta pengukuran antropometri.

Anak didiagnosis dengan gizi buruk, apabila:

  1. BB/TB < -3SD atau 70% dari median (marasmus).
  2. Edema pada kedua punggung kaki sampai seluruh tubuh (kwashiorkor: BB/TB > -3SD atau marasmik-kwashiorkor BB/TB <-3SD).
Klasifikasi Gizi Buruk dan Gizi Kurang
Klasifikasi Gizi Buruk dan Gizi Kurang

Komplikasi

  1. Anoreksia
  2. Pneumonia berat
  3. berat
  4. Infeksi
  5. Dehidrasi berat
  6. Gangguan elektrolit
  7. Hipoglikemi
  8. Hipotermi
  9. Hiperpireksia
  10. Penurunan kesadaran

Penatalaksanaan dan Target Terapi

Langkah penanganan gizi buruk terbagi dalam fase stabilisasi dan rehabili
Langkah penanganan gizi buruk terbagi dalam fase stabilisasi dan rehabili

Penanganan pasien Malnutrisi Energi Protein

a. Vitamin A dosis tinggi diberikan pada anak gizi buruk dengan dosis sesuai umur pada saat pertama kali ditemukan

b. Makanan untuk pemulihan gizi dapat berupa makanan lokal atau pabrikan.

  1. Jenis pemberian ada 3 pilihan: makanan therapeuticatau gizi siap saji, F100 atau makanan lokal dengan densitas energi yg sama terutama dari lemak (minyak/santan/margarin).
  2. Pemberian jenis makanan untuk pemulihan gizi disesuaikan masa pemulihan (rehabilitasi):  1 minggu pertama pemberian F100.  Minggu berikutnya jumlah dan frekuensi F100 dikurangi seiring dengan penambahan makanan keluarga.

Kunjungan Rumah

a. Tenaga atau kader melakukan kunjungan rumah pada anak gizi buruk rawat jalan, bila:

  1. Berat badan anak sampai pada minggu ketiga tidaknaik atau turun dibandingkan dengan berat badanpada saat masuk (kecuali anak dengan edema).
  2. Anak yang 2 kali berturut-turut tidak datang tanpa pemberitahuan

b. Kunjungan rumah bertujuan untuk menggali permasalahan yang dihadapi keluarga termasuk kepatuhan mengonsumsi makanan untuk pemulihan gizi dan memberikan nasihat sesuai dengan masalah yang dihadapi.

c. Dalam melakukan kunjungan, tenaga kesehatan membawa kartu status, cheklist kunjungan rumah, formulir rujukan, makanan untuk pemulihan gizi dan bahan penyuluhan.

d. Hasil kunjungan dicatat pada checklist kunjungan dan kartu status. Bagi anak yang harus dirujuk, tenaga kesehatan mengisi formulir rujukan.

Konseling dan Edukasi

  1. Menyampaikan informasi kepada ibu/pengasuhtentang hasil penilaian pertumbuhan anak.
  2. Mewawancarai ibu untuk mencari penyebab kurang gizi.
  3. Memberi nasihat sesuai penyebab kurang gizi.
  4. Memberikan anjuran pemberian makan sesuai umur dan kondisi anak dan cara menyiapkan makan formula, melaksanakan anjuran makan dan memilih atau mengganti makanan.

Kriteria Rujukan

  1. Bila terjadi komplikasi, seperti: sepsis, dehidrasi berat, anemia berat, penurunan kesadaran.
  2. Bila terdapat penyakit komorbid, seperti: pneumonia berat.

Prognosis

Prognosis pasien malnutrisi energi protein umumnya dubia ad bonam untuk ad vitam, sedangkan untuk quo ad fungsionam dan sanationam umumnya dubia ad malam.

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!