Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Malaria : Gejala, Diagnosis ICD 10 dan Pengobatan

Pengobatan Malaria
Nyamuk Anopheles Vektor Malaria

Pengertian

Malaria adalah suatu penyakit infeksi akut maupun kronik yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan ditemukannya bentuk aseksual dalam darah, dengan gejala demam, menggigil, , dan pembesaran limpa. (Kode ICD 10 Malaria : B54)

Keluhan dan Gejala

Demam hilang timbul, pada saat demam hilang disertai dengan menggigil, berkeringat, dapat disertai dengan sakit kepala, nyeri otot dan persendian, nafsu makan menurun, sakit perut, mual muntah, dan diare.

Faktor Risiko

  1. Riwayat menderita penyakit ini sebelumnya.
  2. Tinggal di daerah yang endemis.
  3. Pernah berkunjung 1-4 minggu di daerah endemic.
  4. Riwayat mendapat transfusi darah.

Pemeriksaan Fisik Tanda Patognomonis

a. Pada periode demam:

  1. Kulit terlihat memerah, teraba panas, suhu tubuh meningkat dapat sampai di atas 40 derajat C dan kulit kering.
  2. Pasien dapat juga terlihat pucat.
  3. Nadi teraba cepat
  4. Pernapasan cepat (takipnue)

b. Pada periode dingin dan berkeringat:

  1. Kulit teraba dingin dan berkeringat.
  2. Nadi teraba cepat dan lemah.
  3. Pada kondisi tertentu bisa ditemukan penurunan kesadaran.
  • Kepala Toraks Ginjal : Konjungtiva anemis, sklera ikterik, bibir sianosis, dan pada malaria serebral dapat ditemukan kaku kuduk. : Terlihat pernapasan cepat.
  • Abdomen : Teraba pembesaran hepar dan limpa, dapat juga ditemukan asites. : bisa ditemukan urin berwarna coklat kehitaman, oligouri atau anuria.
  • Ekstermitas : akral teraba dingin merupakan tanda-tanda menuju syok.

Pemeriksaan Penunjang

  1. Pemeriksaan hapusan darah tebal dan tipis ditemukan parasit Plasmodium; atau
  2. Menggunakan Rapid Diagnostic Test untuk malaria (RDT).

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis (Trias Malaria: panas –menggigil – berkeringat), pemeriksaan fisik, dan ditemukannya parasit plasmodium pada pemeriksaan mikroskopis hapusan darah tebal/tipis.

Klasifikasi

  1. Falsiparum, ditemukan Plasmodium falsiparum.
  2. Vivaks ditemukan Plasmodium vivax.
  3. Ovale, ditemukan Plasmodium ovale.
  4. Malariae, ditemukan Plasmodium malariae.
  5. Knowlesi, ditemukan Plasmodium knowlesi.

Diagnosis Banding

  1. Demam Dengue
  2. Demam Tifoid
  3. Leptospirosis
  4. Infeksi virus akut lainnya

Penatalaksanaan dan Malaria

Pengobatan falsiparum

  • Lini pertama: dengan Fixed Dose Combination = FDC yang terdiri dari Dihydroartemisinin (DHA) + Piperakuin (DHP) tiap tablet mengandung 40 mg Dihydroartemisinin dan 320 mg Piperakuin. Untuk dewasa dengan Berat Badan (BB) sampai dengan 59 kg diberikan DHP peroral 3 tablet satu kali per hari selama 3 hari dan Primakuin 2 tablet sekali sehari satu kali pemberian, sedang untuk BB >.60 kg diberikan 4 tablet DHP satu kali sehari selama 3 hari dan Primaquin 3 tablet sekali sehari satu kali pemberian. Dosis DHA = 2-4 mg/kgBB (dosis tunggal), Piperakuin = 16-32 mg/kgBB (dosis tunggal), Primakuin = 0,75 mg/kgBB (dosis tunggal).
  • Pengobatan malaria falsiparum yang tidak respon terhadap pengobatan DHP. Lini kedua: Kina + Doksisiklin/ Tetrasiklin + Primakuin. Dosis kina = 10 mg/kgBB/kali (3x/ hari selama 7 hari), Doksisiklin = 3,5 mg/kgBB per hari (dewasa, 2x/hr selama7 hari), 2,2 mg/kgBB/hari ( 8-14 tahun, 2x/hr selama7 hari), Tetrasiklin = 4-5 mg/kgBB/kali (4x/hr selama 7 hari).

Pengobatan vivax dan ovale

  • Lini pertama: Dihydroartemisinin (DHA) + Piperakuin (DHP), diberikan peroral satu kali per hari selama 3 hari,primakuin= 0,25mg/kgBB/hari (selama 14 hari).
    Pengobatan malaria vivax yang tidak respon terhadap pengobatan DHP. Lini kedua: Kina + Primakuin. Dosis kina = 10 mg/kgBB/kali (3x/hr selama 7 hari), Primakuin = 0,25 mg/kgBB (selama 14 hari).
  • Pengobatan malaria vivax yang relaps (kambuh): 1. Diberikan lagi regimen DHP yang sama tetapi dosis primakuin ditingkatkan menjadi 0,5 mg/kgBB/hari.
    Dugaan relaps pada vivax adalah apabila pemberian Primakiun dosis 0,25 mg/kgBB/hr sudah diminum selama 14 hari dan penderita sakit kembali dengan parasit positif dalam kurun waktu 3 minggu sampai 3 bulan setelah pengobatan.

Pengobatan malariae

Cukup diberikan DHP 1 kali perhari selama 3 hari dengan dosis sama dengan pengobatan malaria lainnya dan tidak diberikan Primakuin.

Pengobatan infeksi campuran

Pengobatan infeksi campuran antara falsiparum dengan vivax/ovale dengan DHP. Pada penderita dengan infeksi campuran diberikan DHP 1 kali per hari selama 3 hari, serta DHP 1 kali per hari selama 3 hari serta Primakuin dosis 0,25 mg/kgBB selama 14 hari.

Pengobatan malaria pada ibu hamil

  • Trimester pertama diberikan Kina tablet 3x 10mg/ kg BB + Klindamycin 10mg/kgBB selama 7 hari.
  • Trimester kedua dan ketiga diberikan DHP tablet selama 3 hari.

/profilaksis

  • Pencegahan/profilaksis digunakan Doksisiklin 1 kapsul 100 mg/hari diminum 2 hari sebelum pergi hingga 4 minggu setelah keluar/pulang dari daerah endemis.

Pengobatan di atas diberikan berdasarkan berat badan penderita.

Komplikasi

  1. Malaria serebral.
  2. Anemia berat.
  3. Gagal ginjal akut.
  4. Edema paru atau ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome).
  5. Hipoglikemia.
  6. Gagal sirkulasi atau syok.
  7. Perdarahan spontan dari hidung, gusi, alat dan atau disertai kelainan laboratorik adanya gangguan koagulasi intravascular.
  8. Kejang berulang > 2 kali per 24 jam pendidngan pada hipertermia.
  9. Asidemia (pH darah <7.25)atau asidosis (biknat plasma < 15 mmol/L).
  10. Makroskopik hemoglobinuria karena infeksi akut.

Konseling dan Edukasi

a. Pada kasus malaria berat disampaikan kepada keluarga mengenai prognosis penyakitnya.

b. Pencegahan dapat dilakukan dengan :

  1. Menghindari gigitan nyamuk dengan kelambu atau repellen.
  2. Menghindari aktivitas di luar rumah pada malam hari.
  3. Mengobati pasien hingga sembuh misalnya dengan pengawasan minum obat.

Kriteria Rujukan

a. Malaria dengan komplikasi

b. Malaria berat, namun pasien harus terlebih dahulu diberi dosis awal Artemisinin atau Artesunat per Intra Muskular atau Intra Vena dengan dosis awal 3,2mg /kg BB.

Sarana Prasarana

Laboratorium sederhana untuk pembuatan apusan darah, pemeriksaan darah rutin dan pemeriksaan mikroskopis.

Prognosis

Prognosis bergantung pada derajat beratnya penyakit. Secara umum, prognosisnya adalah dubia ad bonam. Penyakit ini dapat terjadi kembali apabila daya tahan tubuh menurun.

Kode ICD X

Kode ICD 10 Malaria adalah B54

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!