Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Luka Bakar Derajat 1 dan 2 : Diagnosis dan Pengobatan

Definisi Luka Bakar

Luka bakar (burn injury) adalah kerusakan kulit yg disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik dan radiasi. Luka bakar derajat I, kerusakan terbatas pada lapisan epidermis (superficial), kulit hiperemi berupa eritema, perabaan hangat, tidak dijumpai bulla, terasa nyeri karena ujung-ujung sensorik teriritasi. Luka bakar derajat II Kerusakan meliputi epidermis dan sebagian dermis, berupa reaksi inflamasi disertai proses eksudasi. Terdapat bullae dan nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik yang teriritasi.

Dibedakan atas 2 bagian :

a. Derajat II dangkal/superficial (IIA). Kerusakan mengenai bagian epidermis dan lapisan atas dari corium/dermis.

b. Derajat II dalam/deep (IIB). Kerusakan mengenai hampir seluruh bagian dermis dan sisa-sisa jaringan epitel masih sedikit. Organ-oran kulit seperti folikel rambut, kelenjar keringat dan kelenjar sebacea tinggal sedikit sehingga penyembuhan terjadi lebih dari satu bulan dan disertai parut hipertrofi.

Keluhan

Pada luka bakar derajat I paling sering disebabkan sinar matahari. Pasien hanya mengeluh kulit teras nyeri dan kemerahan. Pada luka bakar derajat II timbul nyeri dan bulae.

Pemeriksaan Fisik

a. Pada luka bakar derajat I kulit hanya tampak eritema dengan perabaan hangat, tidak dijumpai adanya bula.

Luka Bakar Dangkal (superfisial). Pada daerah badan dan lengan kanan, luka bakar jenis ini biasanya memucat dengan penekanan
Luka Bakar Dangkal (superfisial). Pada daerah badan dan lengan kanan, luka bakar jenis ini biasanya memucat dengan penekanan

b. Pada luka bakar derajat II timbul nyeri, timbul gelembung atau bula berisi cairan eksudat

Luka Bakar Superficial Partial Thickness (luka bakar derajat IIa). Memucat dengan penekanan, biasanya berkeringat
Luka Bakar Superficial Partial Thickness (luka bakar derajat IIa). Memucat dengan penekanan, biasanya berkeringat
Luka Bakar Deep Partial Thickness (IIn). Permukaan putih, tidak memucat dengan penekanan.
Luka Bakar Deep Partial Thickness (IIn). Permukaan putih, tidak memucat dengan penekanan.

c. Menentukan luas luka bakar berdasarkan “rumus rule of nine”.

Rule of Nine Luas luka bakar
Rule of Nine Luas luka bakar

Pemeriksaan Penunjang

Darah lengkap

Diagnosis Klinis

Luka bakar derajat I atau II berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Kriteria

Berat Ringannya luka bakar dapat dipakai ketentuan berdasarkan American Burn Association, yaitu sebagai berikut:

a. Luka bakar Ringan

  1. Luka bakar derajat II < 15%
  2. Luka bakar derajat II < 10% pada -anak
  3. Luka bakar derajat III< 2%

b. Luka Bakar Sedang

  1. Luka bakar derajat II 15-25% pada orang dewasa
  2. Luka bakar II 10-25% pada anak-anak
  3. Luka bakar derajat III< 10%

c. Luka Bakar Berat

  1. Luka bakar derajat II 25% atau lebih pada orang dewasa
  2. Luka bakar derajat II 20% atau lebih pada anak-anak
  3. Luka bakar derajat II 10% atau lebih
  4. Luka bakar mengenai tangan, wajah, telinga, , kaki dan genitalia/perinerium
  5. Luka bakar dengan cedera inhalasi, disertai trauma lain.

Luka Bakar derajat 1 dan 2

Luka bakar derajat 1 penyembuhan terjadi secara spontan tanpa pengobatan khusus.

Penatalaksanaan luka bakar derajat II tergantung luas luka bakar. Pada penanganan perbaikan sirkulasi pada luka bakar dikenal beberapa formula salah satunya yaitu formua Baxter sebagai berikut:

Formula Baxter:

a. Hari Pertama:

  • Dewasa: Ringer Laktat 4 cc x berat badan x % luas bakar per 24 jam
  • Anak: Ringer Laktat : Dextran = 17 : 3
    2 cc x berat badan x % luas luka ditambah kebutuhan faali. Kebutuhan faali : < 1 Tahun : berat badan x 100 cc 1-3 Tahun : berat badan x 75 cc 3-5 Tahun : berat badan x 50 cc ½ jumlah cairan diberikan dalam 8 jam pertama. ½ diberikan 16 jam berikutnya.

b. Hari kedua

  • Dewasa: ½ hari I;
  • Anak: diberi sesuai kebutuhan faali

Formula cairan resusitasi ini hanyalah perkiraan kebutuhan cairan, berdasarkan perhitungan pada waktu terjadinya luka bakar, bukan pada waktu dimulainya resusitasi. Pada kenyataannya, perhitungan cairan harus tetap disesuaikan dengan respon penderita. Untuk itu selalu perlu dilakukan pengawasan kondisi penderita seperti keadaan umum, tanda vital, dan produksi urine dan lebih lanjut bisa dilakukan pemasangan monitor EKG unutk memantau irama sebagai tanda awal terjadinya hipoksia, gangguan elektrolit dan keseimbangan asam basa.

Pemberian antibiotik spektrum luas pada luka bakar sedan dan berat.

Pemeriksaan Penunjang Lanjutan

AGD, elektrolit bila diperlukan

Komplikasi

Jaringan parut

Konseling dan Edukasi

Pasien dan keluarga menjaga higiene dari luka dan untuk mempercepat penyembuhan, jangan sering terkena air.

Prognosis

Prognosis luka bakar derajat 1 umumnya bonam, namun derajat 2 dapat dubia ad bonam.

Baca Juga : Hemorroid

 

Tags:

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!