Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Konjungtivitis : Gejala, Diagnosis ICD 10 dan Pengobatan

Kemosis Konjungtiva pada Konjungtivitis
Konjungtivitis

Definisi

Konjungtivitis (Kode ICD X : H10.9) adalah radang konjungtiva. Penyakit ini disebabkan oleh virus, bakteri, iritasi atau reaksi alergi. Ditularkan melalui kontak langsung dengan sumber infeksi. Penyakit ini dapat menyerang semua umur.

Keluhan

Pasien datang dengan keluhan merah. Juga rasa mengganjal, gatal dan berair, kadang disertai sekret. Umumnya tanpa disertai penurunan tajam penglihatan.

Faktor Risiko

  1. Daya tahan tubuh yang menurun.
  2. Adanya riwayat atopi.
  3. Penggunaan kontak lens dengan perawatan yang tidak baik.
  4. Higiene personal yang buruk.

Pemeriksaan Fisik Oftalmologi

  1. Tajam penglihatan normal.
  2. Injeksi konjungtiva.
  3. Dapat disertai edema kelopak, kemosis.
  4. Eksudasi; eksudat dapat serous, mukopurulen atau purulen tergantung penyebab.
  5. Pada konjungtiva tarsal dapat ditemukan folikel. Juga papil atau papil raksasa, flikten, membran dan pseudomembran.

Pemeriksaan Penunjang (bila diperlukan)

  1. Sediaan langsung swab konjungtiva dengan perwarnaan Gram atau Giemsa.
  2. Pemeriksaan sekret dengan perwarnaan metilen blue pada kasus gonore.

Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih

Diagnosis Klinis

Penegakan diagnosis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan oftalmologi.

Klasifikasi

  1. Konjungtivitis bakterial; Konjungtiva hiperemis, secret purulent atau mukopurulen. Dapat disertai membrane atau pseudomembran di konjungtiva tarsal.
  2. Konjungtivitis viral; Konjungtiva hiperemis, secret umumnya mukoserous, dan pembesaran kelenjar preaurikular
  3. Konjungtivitis alergi; Konjungtiva hiperemis, riwayat atopi atau alergi, dan keluhan gatal.

Penatalaksanaan dan Konjungtivitis

a. Usahakan untuk tidak menyentuh mata yang sehat sesudah menangani mata yang sakit

b. Sekret mata dibersihkan.

c. Pemberian obat mata topikal.

  1. Pada infeksi bakteri. Kloramfenikol tetes sebanyak 1 tetes 6 kali sehari atau salep mata 3 kali sehari selama 3 hari.
  2. Pada alergi diberikan flumetolon tetes mata dua kali sehari selama 2 minggu.
  3. Pada konjungtivitis gonore diberikan kloramfenikol tetes mata 0,51% sebanyak 1 tetes tiap jam. Suntikan pada bayi diberikan 50.000 U/kgBB tiap hari. Sampai tidak ditemukan kuman GO pada sediaan apus.
  4. Pada tipe viral diberikan salep Acyclovir 3% lima kali sehari selama 10 hari.

Konseling dan Edukasi

Memberi informasi pada keluarga dan pasien mengenai:

  1. Penyakit ini mudah menular. Karena itu sebelum dan sesudah mengoleskan obat, penderita harus mencuci tangan.
  2. Jangan menggunakan handuk atau lap bersama-sama.
  3. Menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitar.

Kriteria rujukan

  1. Pada komplikasi pada dilakukan rujukan ke spesialis mata.
  2. Pada tipe viral tidak ada perbaikan dalam 2 minggu.
  3. Pada tipe bakterial tidak ada perbaikan dalam 1 minggu.

Sarana Prasarana

  1. Lup
  2. Laboratorium sederhana untuk pemeriksaan Giemsa
  3. Laboratorium sederhana untuk pemeriksaan Gram
  4. Laboratorium sederhana untuk pemeriksaan dengan metilen blue

Prognosis

Penyakit ini jarang menimbulkan kondisi klinis yang berat. Sehingga pada umumnya prognosisnya bonam.

Kode ICD 10

Kode ICD 10 konjungtivitis adalah H10.9

Tags:

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!