Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Ketoasidosis Diabetikum : Gejala, Diagnosis, ICD 10 dan Pengobatan

pemantauan gula darah pada Ketoasidosis Diabetikum
Kadar Gula darah Tinggi penyebab Ketoasidosis Diabetikum

Pengertian

Ketoasidosis diabetikum adalah komplikasi yang cukup berbahaya dari penyakit kencing manis. Biasanya terjadi jika kadar asam keton sangat tinggi dalam darah (Kode ICD 10 ketoasidosis Diabetikum : E87.2)

Gejala

Keluhan dan gejala Ketoasidosis diabetikum dapat terjadi cukup cepat, kurang lebih selama 24 jam. Berikut adalah gejala-gejala yang mungkin terjadi

  1. Selalu merasa haus
  2. Sering kencing atau berkemih
  3. Mual dan muntah
  4. Nyeri perut
  5. Kelemahan dan kelelahan
  6. Sesak
  7. Bau napas yang keton
  8. Penurunan kesadaran

Pada pemeriksaan laboratorium lebih lanjut didapatkan:

  1. Kadar gula darah yang sangat tinggi, biasanya diatas 400 mg/dl
  2. Kadar keton yang tinggi dalam air seni

Jadi jika Anda memiliki penyakit gula darah atau . Rutinlah memeriksakan kadar gula darah dan keton anda.
Segera hubungi dokter jika Anda mengalami beberapa gejala di atas dan gula melebihi 300 mg/dl atau jika terdapat keton dalam urine Anda.

Penyebab

Penyebab utama dari ketoasidosis adalah kadar gula yang tinggi. Dan Kadar gula yang tinggi disebabkan oleh kurangnya pasokan insulin dari pankreas.
Tanpa kadar insulin yang cukup, maka tubuh tidak akan bisa menggunakan gula yang masuk melalui makanan. Hal ini menyebabkan tubuh kita mengeluarkan hormon untuk membakar lemak sebagai sumber energi alternatif. Pemecahan lemak inilah yang pada prosesnya melepaskan zat asam yang kita sebut sebagai badan keton. Kenaikan keton yang cukup tinggi membuatnya dapat terdeteksi di dalam urin.

Ketoasidosis diabetikum seringkali dicetuskan oleh:

  1. Penyakit Infeksi; Penyakit infeksi maupun beberapa penyakit lainnya dapat menyembabkan tubuh memproduksi hormon-hormon tertentu. Misalnya saja hormon adrenalin atau hormon kortisol. Hormon-hormon tersebut memiliki kerja yang dapat melawan efek insulin. Dimana pada akhirnya dapat menyebabkan serangan ketoasidosis diabetikum.
  2. Kesalahan pemberian Insulin;  diabetes menggunakan insulin, jika tidak tepat kadang-kadang dapat menyebabkan kadar insulin didalam tubuh menjadi terlalu rendah sehingga pada akhirnya juga mencetuskan serangan ketoasidosis diabetikum.

Beberapa penyebab lain:

  • Trauma fisik maupun emosional
  • Serangan
  • Penyalahgunaan obat dan alkohol
  • Pengobatan tertentu, misalnya steroid dan berberapa obat diuresis

Faktor risiko

Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan Anda berpeluang lebih besar untuk terkena ketoasidosis diabetikum

  1. Memiliki tipe satu atau tipe juvenil
  2. Penggunaan insulin yang tidak tepat

Komplikasi

Pengobatan ketoasidosis diabetikum adalah dengan menggunakan cairan (seperti NaCl) dan insulin. Namun ternyata komplikasi ketoasidosis diabetikum justru bisa datang dari pengobatannya.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi:

  1. Gula darah rendah. Insulin membuat sel tubuh mengizinkan gula masuk ke dalam sel tubuh sebagai sumber energi. Jika dosis yang diberikan terlalu besar maka gula darah di dalam darah pun menjadi terlalu rendah.
  2. Hipokalemia atau kadar kalium darah yang rendah. Penggunaan cairan dan insulin dalam pengobatan ketoasidosis diabetikum dapat membuat kadar kalium dalam darah menjadi terlalu rendah. Kadar kalium darah yang rendah dapat mengganggu aktivitas otot, dan jantung.
  3. Edema cerebri. Perubahan kadar gula darah yang terlalu cepat dapat menyebabkan pembengkakan sel-sel otak. Hal ini terjadi terutama pada -anak.
  4. Walaupun banyak komplikasi bisa timbul pada proses pengobatan ketoasidosis. Namun jika dibiarkan tanpa pengobatan dapat menimbulkan bahaya yang lebih besar bahkan tidak jarang kematian.

Banyak hal dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya ketoasidosis diabetikum:

  1. Manajemen diabetes yang baik; pilihlah makanan-makanan yang sehat dan lakukan aktivitas keseharian yang cukup. Minum obat-obat penurun gula darah ataupun insulin sesuai petunjuk dokter.
  2. Mengontrol kadar gula darah. Bila perlu periksa kadar gula darah Anda setidaknya tiga kali sehari, bahkan lebih sering jika Anda sedang sakit atau stress. Pemantauan secara rutin adalah satu-satunya cara untuk memastikan kadar gula darah tetap pada target yang diharapkan.
  3. Menyesuaikan kadar insulin. Silahkan konsultasikan lebih lanjut kepada dokter, untuk menyesuaikan dosis insulin Anda. Dosis insulin dapat dipengaruhi oleh makanan yang Anda konsumsi. Juga seberapa banyak aktivitas fisik, dan tingkat stress atau penyakit yang mungkin sedang Anda alami.
  4. Memantau kadar keton. Ketika Anda merasa sedang sakit atau stress, pantaulah kadar keton dalam urin Anda. Jika terdapat kadar keton yang cukup tinggi, segera hubungi dokter.
  5. Bersiap untuk bertindak cepat. Jika Anda mengalami gejala-gejala ketoasidosis diabetikum seperti yang sudah dibahas diatas. Maka segeralah pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Komplikasi diabetes memang cukup menakutkan. Tapi jangan biarkan ketakutan itu menghalangi Anda untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Diagnosis

Pada pasien yang diduga mengalami ketoasidosis diabetikum, maka akan dilakukan serangkaian tes fisik dan laboratorium. Pemeriksaan yang lengkap dapat membantu untuk mengetahui pencetus ketoasidosis diabetikum pada seorang pasien

Pemeriksaan laboratorium:

  • Kadar gula darah.
  • Kadar keton dalam urin
  • Kadar keasaman darah

Pemeriksaan lanjutan

  • Kadar elektrolit darah
  • Urinalisis
  • Rontgen dada
  • Rekam jantung

Pengobatan Ketoasidosis Diabetikum

Jika diagnosis telah ditegakkan, maka pasien akan dirawat dan diberikan penatalaksanaan sebagai berikut:

  1. Terapi cairan. Pasien akan dipasang infus kemudian diberikan terapi cairan. Hal ini dilakukan untuk mengganti cairan yang keluar lewat urin dan sekaligus untuk mengencerkan kadar gula dalam darah.
  2. Penggantian elektrolit. Elektrolit sangat diperlukan oleh tubuh. Kadar insulin yang rendah bisa menyebabkan kadar elektrolit dalam darah ikut menjadi rendah. Pasien akan diberikan elektrolit pengganti yang cukup, sehingga otot, saraf dan jantung dapat bekerja normal kembali.
  3. Terapi insulin. Terapi insulin biasanya akan deiberikan intavena. Sampai kadar gula darah turun dibawah 200 mg/dl.

Jika kadar kimiawi dalam tubuh sudah kembali normal, dokter kemungkinan masih akan melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan. Misalnya jika peyebab serangan ketoasidosis adalah bakteri atau infeksi, mungkin akan diberikan terapi antibiotik.

Kode ICD X

Kode ICD 10 ketoasidosis Diabetikum adalah E87.2

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!