Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Gangguan dan Kelainan Menstruasi / Haid

Nyeri Haid / Menstruasi
Gangguan Haid / Menstruasi

Pengertian

Haid atau menstruasi dialami oleh setiap wanita setiap bulannya. Haid merupakan suatu istilah yang digunakan untuk pendarahan berkala akibat terlepasnya selaput lendir leher rahim (endometrium) karena kadar estrogen dan progestogen yang turun secara bersamaan. Haid berlangsung 3 hingga 7 hari, dengan jumlah darah yang keluar sekitar 30 hingga 80 CC (Admin, 2008).

Banyak perempuan yang mengalami nyeri sebelum menstruasi atau haid. Ada yang pusing, mual, pegal-pegal, sakit perut, bahkan ada yang sampai pingsan. Sakit perut yang dirasakan sebenarnya disebabkan oleh kontraksi rahim untuk mengeluarkan endometrium yang juga dipengaruhi oleh hormon prostaglandin. Kita juga merasa tidak enak karena hormon estrogen dan progesteron mengalami kekacauan keseimbangan menjelang menstruasi. Jika sakitnya masih bisa ditahan, itu masih bisa disebut normal. Namun jika sampai pingsan atau sakit yang luar biasa, hingga sampai mengganggu aktivitas kita, itu patut dicurigai dan harus segera periksa ke dokter (Admin, 2006).

Gangguan dan Kelainan Haid

Prinsip pada gangguan haid adalah gangguan haid hanyalah suatu gejala, bukan penyakit sesungguhnya. Diagnosis tidak boleh berhenti hanya pada jenis kelainan haid nya. Penyakit/ kelainan yang menjadi dasar/ penyebabnya harus dicari, didiagnosis kemudian diterapi yang sesuai (Rofiq, 2008).

Haid Dipengaruhi berbagai hormon GnRH (Gonadotropin Releasing Hormon) yang dikeluarkan oleh hipothalamus dan memicu hipofisis anterior mengeluarkan hormone FSH (Folikel Stimulating Hormon) memicu pematangan folikel diovarium, sehingga terjadi sintesis estrogen dalam jumlah besar estrogen akan mengakibatkan proliferasi sel endometrium (penebalan dari endometrium). Estrogen yang tinggi memberi tanda kepada hipofisis untuk mengeluarkan hormon LH (Luteinizing hormon).

LH akan mengakibatkan ovulasi dan memicu korpus luteum untuk mensintesis progesterone. Progesteron sendiri menyebabkan perubahan sekretorik pada endometrium sehingga terjadi Fase sekresi / fase luteal. Fase sekresi selalu tetap 14 hari, meskipun siklus haid bervariasi, yang berbeda adalah fase proliferasinya, sehingga harus berhati-hati untuk menentukan masa subur (santoro,2006).

Kelainan haid dan siklusnya, bisa berupa :

  1. Ritme (irama haid)
  • Polimenore : haid terlalu sering, < 21 hari
  • Oligomenore : haid terlalu jarang, > 35 hari
  • Amenore : Tidak terjadi haid
  • Metroragia : Perdarahan tidak teratur diluar siklus haid
  1. Banyaknya darah haid yang keluar
  • Hipermenore : darah haid banyak, ganti pembalut > 6x perhari
  • Hipomenore : darah haid terlalu sedikit, ganti pembalut < 2x perhari
  • Perdarahan bercak (spotting)
  1. Lamanya darah haid yang keluar
  • Menoragia : Darah haid keluar > 6 hari
  • Brakimenore : Darah haid yang keluar < 2 hari
  1. Perdarahan tidak teratur , dimana interval datangnya haid tidak tentu
  2. Perdarahan bercak (spotting) prahaid, pertengahan siklus dan pasca haid

Macam-macam gangguan dan kelainan haid / menstruasi

1. Nyeri Haid (dismenorrhoe)

Pada saat menstruasi, perempuan kadang mengalami nyeri. Sifat dan tingkat rasa nyeri bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Untuk yang berat, lazim disebut dismenorrhoe. Keadaan nyeri yang hebat itu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Nyeri haid ada dua macam :

a. Nyeri haid primer

Yaitu nyeri yang timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu, tepatnya setelah stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah menikah dan melahirkan. Nyeri haid itu normal, namun dapat berlebihan jika dipengaruhi oleh faktor psikis dan fisik, dan seperti stres, shock, penyempitan pembuluh darah, penyakit yang menahun, kurang darah, dan kondisi tubuh yang menurun.

Nyeri pada dismenore primer diduga berasal dari kontraksi rahim yang dirangsang oleh prostaglandin. Nyeri dirasakan semakin hebat ketika bekuan atau potongan jaringan dari lapisan rahim melewati serviks (leher rahim), terutama jika saluran serviksnya sempit. Faktor lainnya yang bisa memperburuk dismenore adalah : rahim yang menghadap ke belakang (retroversi), kurang berolah raga dan stres psikis atau stres sosial.

Pertambahan umur dan kehamilan akan menyebabkan menghilangnya dismenore primer. Hal ini diduga terjadi karena adanya kemunduran saraf rahim akibat penuaan dan hilangnya sebagian saraf pada akhir kehamilan. Perbedaan beratnya nyeri tergantung kepada kadar prostaglandin. Wanita yang mengalami dismenore memiliki kadar prostaglandin yang 5-13 kali lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak mengalami dismenore. Dismenore sangat mirip dengan nyeri yang dirasakan oleh wanita hamil yang mendapatkan suntikan prostaglandin untuk merangsang persalinan.

b. Nyeri haid sekunder

Yaitu nyeri yang biasanya baru muncul kemudian, yaitu jika ada penyakit atau kelainan yang menetap seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan, kelainan kedudukan rahim yang mengganggu organ dan jaringan di sekitarnya (Rafiq, 2008).

2. Pre Menstruasi Syndrome (PMS)

Sindroma Premenstruasi /PMS=Pre Menstruasi Syndrome (Kelainan Disforik Premenstruasi) merupakan suatu keadaan dimana sejumlah gejala terjadi secara rutin dan berhubungan dengan siklus menstruasi; gejala biasanya timbul 7-10 hari sebelum menstruasi dan menghilang ketika menstruasi dimulai.

Penyebab Sindroma premenstruasi berhubungan dengan naik-turunnya kadar estrogen dan progesteron yang terjadi selama siklus menstruasi. Estrogen menyebabkan penahanan cairan, yang kemungkinan menyebabkan bertambahnya berat badan, pembengkakan jaringan, nyeri payudara dan perut kembung. Penyebab sindroma premenstruasi tidak diketahui, tetapi mungkin berhubungan dengan faktor-faktor sosial, budaya, biologi dan psikis. Sindroma premenstruasi terjadi pada sekitar 70-90% wanita pada usia subur. Lebih sering ditemukan pada wanita berusia 20-40 tahun. Jenis dan beratnya gejala bervariasi pada setiap wanita dan bervariasi pada setiap bulan. Wanita yang menderita epilepsi mungkin akan lebih sering mengalami kejang. Wanita yang menderita penyakit jaringan ikat (misalnya lupus atau artritis rematoid) bisa mengalami kekambuhan (Dandrian, 2006).

3. Amenorrhea

Yaitu tidak mendapatkan haid sama sekali, hal yang dapat menjadi penyebabnya, yaitu:

  1. Hymen imperforata, yaitu selaput dara tidak berlubang sehingga darah menstruasi terhambat untuk keluar.
  2. Menstruasi Anovulatoire, yaitu rangsangan hormon-hormon yang tidak mencukupi untuk membentuk lapisan dinding rahim hingga tidak terjadi haid atau hanya sedikit. Kurangnya rangsangan hormon ini menyebabkan endometrium tidak terbentuk dan keadaan ini menyebabkan perempuan tidak mengalami masa subur karena sel telur tidak terbentuk.
  3. Amenorrhoea Sekunder: Yaitu Amenorrhoe yang biasanya penderita sudah pernah mens sebelumnya. Hal tersebut diakibatkan oleh berbagai keadaan seperti hipotensi, anemia, infeksi, atau kelemahan kondisi tubuh secara umum. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh stres psikologis. Apabila terjadi kondisi tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi sakit perut sewaktu menstruasi, yaitu:

  1. Kompres dengan botol panas (hangat) pada bagian yang terasa kram (bisa di perut atau pinggang bagian belakang).
  2. Mandi air hangat, boleh juga menggunakan aroma terapi untuk menenangkan diri.
  3. Minum minuman hangat yang mengandung kalsium tinggi.
  4. Mengosok-gosok perut atau pinggang yang sakit.
  5. Ambil posisi menungging sehingga rahim tergantung ke bawah. Hal tersebut dapat membantu relaksasi.
  6. Tarik nafas dalam-dalam secara perlahan untuk relaksasi.
  7. Obat-obatan yang digunakan harus berdasarkan pengawasan dokter. Boleh minum analgetik (penghilang rasa sakit) yang banyak dijual di toko obat, asalkan dosisnya tidak lebih dari 3 kali sehari (Rofiq, 2008).

Baca Juga : Penyulit Kehamilan

Tags:

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!