Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Kehamilan Ektopik / Di Luar Kandungan

Penatalaksanaan Kehamilan Ektopik
Kehamilan Ektopik

Pengertian

Istilah yang lebih tepat adalah kehamilan ektopik, karena kehamilan tersebut tidak harus benar-benar di luar rahim, tetapi kadang terdapat dekat dengan serviks atau di sudut atas rahim.

Kehamilan di luar kandungan tejadi karena sel telur atau ovum yang telah dibuahi berimplantasi atau tertanam selain di endometrium rongga rahim. Hal ini terjadi pada umumnya karen terjadi gangguan pergerakan dari sel telur yang telah dibuahi menuju rongga rahim.

Beberapa tempat yang sering menjadi tempat implantasi dari sel telur tersebut adalah
1. Tuba falopii (90%),70-80% terjadi di ampullanya.
2. Serviks (leher rahim)
3. Ovarium (indung telur)
4. Cavum abdomen (rongga perut)

Hal yang menyebabkan sel telur paling sering tertanam di tuba adalah karena tuba merupakan saluan utama dari perjalanan sel telur. Pada suatu saat kebutuhan embriotidak dapat terpenuhi lagi karena sedikitnya suplai darah pada tuba. Selanjutnya dapat terjadi beberapa kemungkinan yang terjadi adalah
– ruptur atau pecahnya kantung kehamilan tetapi masih didalam tuba.
abortus tuba, yaitu keluarnya hasil konsepsi tersebut ke ujung tuba
– penyerapan hasil konsepsi tersebut
– pecahnya dinding tuba (ruptur tuba), keadaan ini lah yang selanjutnya disebut kehamilan ektopik terganggu (ket)

Kehamilan ektopik terganggu

Kehamilan di tuba biasanya tidak akan menimbulkan banyak masalah atau keluhan sampai terjadinya kehamilan ektopik terganggu (ket).

Tanda-tanda terjadinya KET adalah:
1. Terlambat datang bulan dan gejala kehamilan muda lainnya.
2. Nyeri perut mendadak pada perut kiri/kanan bawah
3. Adanya pendarahan melalui vagina(dapat juga tidak)
4. Keadaan ibu bervariasi dari baik sampai buruk(syok)
5. Kadang disertai demam.

Penegakan diagnosis:
1.anamnesa
Riwayat tanda-tanda kehamilan muda, ada tidaknya pendarahan, adanya nyeri perut kanan/kiri bawah
2. Pemeriksaan fisik
Keadaan ibu dapat dari baik sampai buruk, adanya tanda akut abdomen, nyeri goyang pada porsio (bibir serviks).
3. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan b-hcg positif, pemeriksaan kuldosentesis ditemukan darah.
4. Diagnosis pasti dengan pembedahan.

Hati-hati dengan penyakit lain yang gejalanya menyerupai kehamilan ektopik terganggu; misalnya apendisitis (radang usus buntu) pada kehamilan muda.

Penatalaksanaan kehamilan ektopik terganggu:
1. Perbaikan keadaan umum ibu, dengan cara tranfusi, pemberian oksigen, dan atibiotika.
2. Penghentian sumber pendarahan, dengan cara pembedahan dan dilakukan pemotongan bagian tuba yang terganggu (salfingektomi).

Tags:

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!