Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Jenis-Jenis Syok Dan Penatalaksanaannya

Penanganan Syok Berdasarkan Jenis-Jenis Syok
Penanganan Syok Berdasarkan Jenis-Jenis Syok

Definisi Syok

Syok merupakan salah satu sindroma kegawatan yang memerlukan penanganan intensif dan agresif. Syok adalah suatu sindroma multifaktorial yang menuju hipoperfusi jaringan lokal atau sistemis. Mengakibatkan hipoksia sel dan disfungsi multipel organ. Kegagalan perfusi jaringan dan hantaran nutrisi dan oksigen sistemik yang tidak adekuat tak mampu memenuhi kebutuhan metabolisme sel.

Karakteristik kondisi ini, yaitu:

  1. Ketergantungan suplai oksigen.
  2. Kekurangan oksigen.
  3. Asidosis jaringan.

Sehingga terjadi metabolisme anaerob dan berakhir dengan kegagalan fungsi organ vital dan kematian.

Klasifikasi Syok

Jenis-Jenis Syok berdasarkan etiologi, penyebab dan karakteristik pola hemodinamik yang ditimbulkan, yaitu:

  1. Syok Hipovolemik yaitu kegagalan perfusi dan suplai oksigen. Hal ini disebabkan oleh hilangnya sirkulasi volume intravaskuler sebesar >20-25%. Sebagai akibat dari perdarahan akut, dehidrasi, kehilangan cairan pada ruang ketiga atau akibat sekunder dilatasi arteri dan vena.
  2. Syok Kardiogenik yaitu kegagalan perfusi dan suplai oksigen disebabkan oleh adanya kerusakan primer fungsi atau kapasitas pompa untuk mencukupi volume jantung semenit. Berkaitan dengan terganggunya preload, afterload, kontraktilitas, frekuensi ataupun ritme jantung. Penyebab terbanyak adalah infark miokard akut, keracunan obat, infeksi/inflamasi, gangguan mekanik.
  3. Syok Distributif yaitu kegagalan perfusi dan suplai oksigen disebabkan oleh menurunnya tonus vaskuler mengakibatkan vasodilatasi arterial, penumpukan vena dan redistribusi aliran darah. Penyebab dari kondisi tersebut terutama komponen vasoaktif pada syok anafilaksis. Seperti bakteria dan toksinnya pada septik syok sebagai mediator dari SIRS. Juga hilangnya tonus vaskuler pada syok neurogenik.
  4. Syok Obstruktif yaitu kegagalan perfusi dan suplai oksigen berkaitan dengan terganggunya mekanisme aliran balik darah oleh karena meningkatnya tekanan intrathorakal atau terganggunya aliran keluar arterial jantung (emboli pulmoner, emboli udara, diseksi aorta, hipertensi pulmoner, tamponade perikardial, perikarditis konstriktif) ataupun keduanya oleh karena obstruksi mekanis.
  5. Syok endokrin, disebabkan oleh hipotiroidisme, hipertiroidisme dengan kolaps kardiak dan insufisiensi adrenal. adalah tunjangan kardiovaskular sambil mengobati penyebabnya. Insufisiensi adrenal mungkin kontributor terjadinya syok pada pasien sakit gawat. Pasien yang tidak respon pada pengobatan harus tes untuk insufisiensi adrenal.

Penatalaksanaan Syok Secara Umum

  1. Pengenalan dan restorasi yang cepat dari perfusi adalah kunci disfungsi organ-multipel dan kematian.
  2. Pada semua bentuk syok, manajemen jalan nafas dan pernafasan untuk memastikan oksigenasi pasien baik, kemudian restorasi cepat dengan infus cairan.
  3. Pilihan pertama adalah kristaloid (Ringer laktat/Ringer asetat) disusul darah pada syok perdarahan. Keadaan hipovolemi diatasi dengan cairan koloid atau kristaloid sekaligus memperbaiki keadaan asidosis.
  4. Pengobatan syok sebelumnya didahului dengan penegakan diagnosis etiologi. Diagnosis awal etiologi syok adalah esensial, kemudian terapi selanjutnya tergantung etiologinya.
  5. Tindakan invasif seperti intubasi endotrakeal dan cricothyroidotomy atau tracheostomy dapat dilakukan hanya untuk life saving oleh dokter yang kompeten.

Penatalaksanaan Berdasarkan Jenis-Jenis Syok

Syok Hipovolemik:

  1. Infus cepat kristaloid untuk ekspansi volume intravaskuler melalui kanula vena besar (dapat lebih satu tempat) atau melalui vena sentral.
  2. Pada perdarahan maka dapat diberikan 3-4 kali dari jumlah perdarahan. Setelah pemberian 3 liter disusul dengan transfusi darah. Secara bersamaan sumber perdarahan harus dikontrol.
  3. Resusitasi tidak komplit sampai serum laktat kembali normal. Pasien syok hipovolemik berat dengan resusitasi cairan akan terjadi penumpukan cairan di rongga ketiga.
  4. Vasokonstriksi jarang diperlukan pada syok hipovolemik murni.

Syok Obstruktif:

  1. Penyebab syok obstruktif harus diidentifikasi dan segera dihilangkan.
  2. Pericardiocentesis atau pericardiotomi untuk tamponade jantung.
  3. Dekompressi jarum atau pipa thoracostomy atau keduanya pada pneumothorax tension
  4. Dukungan ventilasi dan jantung, mungkin thrombolisis, dan mungkin prosedur radiologi intervensional untuk emboli paru.
  5. Abdominal compartment syndrome diatasi dengan laparotomy dekompresif.

Syok Kardiogenik:

  1. Optimalkan pra-beban dengan infus cairan.
  2. Optimalkan kontraktilitas jantung dengan inotropik sesuai keperluan, seimbangkan kebutuhan oksigen jantung. Selain itu, dapat dipakai dobutamin atau obat vasoaktif lain.
  3. Sesuaikan pasca-beban untuk memaksimalkan CO. Dapat dipakai vasokonstriktor bila pasien hipotensi dengan SVR rendah. Pasien syok kardiogenik mungkin membutuhkan vasodilatasi. Hal ini untuk menurunkan SVR, tahanan pada aliran darah dari jantung yang lemah. Obat yang dapat dipakai adalah nitroprusside dan nitroglycerin.
  4. Diberikan diuretik bila jantung dekompensasi.
  5. PACdianjurkan dipasang untuk penunjuk terapi.
  6. Penyakit jantung yang mendasari harus diidentifikasi dan diobati.

Syok Distributif:

  1. Pada SIRS dan sepsis, bila terjadi syok ini karena toksin atau mediator penyebab vasodilatasi. Pengobatan berupa resusitasi cairan segera dan setelah kondisi cairan terkoreksi. Dapat diberikan vasopressor untuk mencapai MAP optimal. Sering terjadi vasopressor dimulai sebelum prabeban adekuat tercapai. Perfusi jaringan dan oksigenasi sel tidak akan optimal kecuali bila ada perbaikan pra-beban.
  2. Obat yang dapat dipakai adalah dopamin, nor-epinefrin dan vasopresin.
  3. Dianjurkan pemasangan PAC.
  4. Pengobatan kausal dari sepsis.

Syok Neurogenik:

  1. Amankan jalan nafas dan resusitasi cairan. Guna meningkatkan tonus vaskuler dan mencegah bradikardi diberikan epinefrin.
  2. Epinefrin berguna meningkatkan tonus vaskuler tetapi akan memperberat bradikardi. Sehingga dapat ditambahkan dopamin dan efedrin. Agen antimuskarinikatropin dan glikopirolat juga dapat untuk mengatasi bradikardi.
  3. Terapi definitif adalah stabilisasi Medulla spinalis yang terkena.

Syok Anafilaksis

Akan dibahas pada artikel Reaksi Anafilaksis

Demikian pembahasan jenis-jenis syok dan penatalaksanaannya.

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!