Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Intoleransi Makanan : Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

 Pengobatan Intoleransi Makanan
Penyebab Intoleransi Makanan

Pengertian

Intoleransi makanan adalah gejala-gejala yang terjadi akibat reaksi tubuh terhadap makanan tertentu. Intoleransi bukan merupakan alergi makanan. Hal ini terjadi akibat kekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna makanan tertentu. Intoleransi terhadap laktosa gula susu, atau yang umum digunakan, terhadap agen penyedap monosodium glutamat (MSG), atau terhadap antihistamin ditemukan di keju lama, anggur, bir, dan daging olahan. Gejalanya kadang-kadang mirip dengan gejala yang ditemukan pada alergi makanan.

Gejala

Gejala-gejala yang mungkin terjadi adalah tenggorokan terasa gatal, nyeri perut, perut kembung, diare, mual muntah, atau dapat disertai kram perut. Faktor predisposisi

Makanan yang sering menyebabkan intoleransi, seperti:

  1. terigu dan gandum lainnya yang mengandung gluten
  2. protein susu sapi
  3. hasil olahan jagung.
  4. MSG, dst

Pemeriksaan Fisik

Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan nyeri tekan abdomen, bising usus meningkat dan mungkin terdapat tanda-tanda dehidrasi.

Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium: fungsi prankeas, asam empedu, toleransi laktosa dan xylose, absorbsi pankreas, absorbsi B12.

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang.

Diagnosis Banding

  1. Pankreatitis
  2. Penyakitt Chrons pada illeum terminalis
  3. Sprue Celiac
  4. Penyakit whipple
  5. Amiloidosis
  6. Defisiensi laktase
  7. Sindrom Zollinger-Ellison
  8. Gangguan paska gasterektomi, reseksi usus halus atau kolon

Komplikasi:

Dehidrasi

Penatalaksanaan dan  Intoleransi Makanan

  1. Pembatasan nutrisi tertentu
  2. Suplemen vitamin dan mineral
  3. Suplemen enzim

Rencana Tindak Lanjut

Setelah gejala menghilang, makanan yang dicurigai diberikan kembali untuk melihat reaksi yang terjadi. Hal ini bertujuan untuk memperoleh penyebab intoleransi.

Konseling dan Edukasi

  1. Keluarga ikut membantu dalam hal pembatasan nutrisi tertentu pada pasien.
  2. Keluarga juga mengamati keadaaan pasien selama pengobatan.

Kriteria Rujukan

Perlu dilakukan konsultasi ke spesialis penyakit bila keluhan tidak menghilang walaupun tanpa terpapar.

Sarana Prasarana

  1. Laboratorium Rutin
  2. Suplemen vitamin dan mineral
  3. Suplemen enzim pencernaan

Prognosis

Pada umumnya, prognosis Intoleransi makanan tidak mengancam jiwa, namun fungsionam dan sanationamnya adalah dubia ad bonam karena tergantung pada paparan terhadap makanan penyebab.

Baca Juga : Alergi Makanan

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!