Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Hordeolum : Gejala, Diagnosis ICD 10 dan Pengobatan

Hordeolum Interna dan Hordeolum Eksterna
Hordeolum Interna Eksterna

Definisi

Hordeolum (Kode icd 10: H00.0) adalah peradangan supuratif kelenjar kelopak . Biasanya merupakan infeksi Staphylococcus pada kelenjar sebasea kelopak. Dikenal dua bentuk hordeolum internum dan eksternum. Tipe eksternum merupakan infeksi pada kelenjar Zeiss atau Moll. Tipe internum merupakan infeksi kelenjar Meibom yang terletak di dalam tarsus. Penyakit ini mudah timbul pada individu yang menderita blefaritis dan konjungtivitis menahun.

Keluhan

Pasien datang dengan keluhan kelopak yang bengkak disertai rasa sakit. Gejala utamanya adalah kelopak yang bengkak dengan rasa sakit dan mengganjal, merah dan nyeri bila ditekan, serta perasaan tidak nyaman dan sensasi terbakar pada kelopak mata

Pemeriksaan Fisik Oftalmologis

Ditemukan kelopak mata bengkak, merah, dan nyeri pada perabaan. Nanah dapat keluar dari pangkal rambut. Apabila sudah terjadi abses dapat timbul undulasi.

Diagnosis Klinis

Penegakan diagnosis dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Diagnosis Banding

  1. Selulitis preseptal
  2. Kalazion
  3. Granuloma piogenik

Komplikasi

  1. Selulitis palpebra.
  2. Abses palpebra.

Penatalaksanaan dan Hordeolum

  1. Mata dikompres hangat 4-6 kali sehari selama 15 menit setiap kalinya untuk membantu drainase. Tindakan dilakukan dengan mata tertutup.
  2. Kelopak mata dibersihkan dengan air bersih atau pun dengan sabun atau sampo yang tidak menimbulkan iritasi, seperti sabun bayi. Hal ini dapat mempercepat proses penyembuhan. Tindakan dilakukan dengan mata tertutup.
  3. Jangan ditekan atau ditusuk, hal ini dapat menimbulkan infeksi yang lebih serius.
  4. Hindari pemakaian make-up pada mata, karena kemungkinan hal itu menjadi penyebab infeksi.
  5. Jangan memakai lensa kontak karena dapat menyebarkan infeksi ke .
  6. Pemberian terapi topikal dengan Oxytetrasiklin salep mata atau kloramfenikol salep mata setiap 8 jam. Apabila menggunakan kloramfenikol tetes mata sebanyak 1 tetes tiap 2 jam.
  7. Pemberian terapi oral sistemik dengan eritromisin 500 mg pada dewasa dan sesuai dengan berat badan atau dikloksasilin 4 kali sehari selama 3 hari.

Konseling dan Edukasi

Penyakit ini dapat berulang sehingga perlu diberi tahu pasien dan keluarga untuk menjaga higiene dan kebersihan lingkungan.

Rencana Tindak Lanjut

Bila dengan pengobatan konservatif tidak berespon dengan baik, maka prosedur pembedahan mungkin diperlukan untuk membuat drainase.

Kriteria rujukan

  1. Bila tidak memberikan respon dengan pengobatan konservatif.
  2. Berulang.

Sarana Prasarana

Peralatan minor

Prognosis

Prognosis pada umumnya bonam

Kode ICD X

Kode ICD 10 Hordeolum adalah H00.0

Tags:

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!