Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Hipoglikemia : Gejala, Diagnosis ICD 10 dan Pengobatan

Pengertian

Hipoglikemia adalah keadaan dimana kadar glukosa darah kurang dari 60 mg/dL, atau dengan gejala klinis dan kadar glukosa darah kurang dari 80 mg/dL. Penyakit ini merupakan komplikasi akut dari penyandang dan geriatri.  (Kode ICD X Hipoglikemia : E16.2)

Dapat terjadi karena:

  1. Kelebihan obat/ dosis obat, terutama insulin atau obat hipoglikemia oral yaitu sulfonilurea.
  2. Kebutuhan tubuh akan insulin yang relatif menurun; gagal ginjal kronik pasca persalinan.
  3. Asupan makan tidak adekuat: jumlah kalori atau waktu makan tidak tepat.
  4. Kegiatan jasmani berlebihan.

Keluhan

Tanda dan gejala hipoglikemia dapat bervariasi pada setiap individu dari yang ringan sampai berat, sebagai berikut: rasa gemetar, perasaan lapar, pusing, keringat dingin, berdebar, gelisah, terjadi penurunan kesadaran bahkan sampai koma dengan atau tanpa kejang. Koma dapat mengakibatkan kerusakan sel otak permanen sampai meninggal. Pada pasien atau keluarga perlu ditanyakan adanya riwayat penggunan preparat insulin atau obat hipoglemik oral, dosis terakhir, waktu pemakaian terakhir, perubahan dosis, waktu makan terakhir, jumlah asupan makanan, aktivitas fisik yang dilakukan.

Pemeriksaan Fisik

Pucat, diaphoresis/keringat dingin, tekanan darah menurun, frekuensi denyut jantung meningkat, penurunan kesadaran, defisit neurologik fokal (refleks patologis positif pada satu sisi tubuh) sesaat.

Pemeriksaan Penunjang

Kadar glukosa darah.

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya dan hasil pemeriksaan kadar gula darah. Penyebabnya bisa ditentukan berdasarkan riwayat penderita, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium sederhana.

Trias whipple untuk hipoglikemia secara umum:

  1. Gejala yang konsisten dengan hipoglikemia
  2. Kadar glukosa plasma rendah
  3. Gejala mereda setelah kadar glukosa plasma meningkat.

Diagnosis Banding

  1. Syncope vagal.
  2. Stroke/TIA.

Komplikasi

  1. Kerusakan otak.
  2. Koma.
  3. Kematian.

Hipoglikemia

a. Stadium permulaan (sadar):

  1. Berikan gula murni 30 gram (2 sendok makan) atau sirop/permen atau gula murni (bukan pemanis pengganti gula atau gula diet/ gula diabetes) dan makanan yang mengandung karbohidrat.
  2. Hentikan obat hipoglikemik sementara. Pantau glukosa darah sewaktu tiap 1-2 jam.
  3. Pertahankan GD sekitar 200 mg/dL (bila sebelumnya tidak sadar).
  4. Cari penyebab hipoglikemia dengan anamnesis baik auto maupun allo anamnesis.

b. Stadium lanjut (koma atau tidak sadar):

  1. Diberikan larutan destrosa 40% sebanyak 2 flakon (=50 mL) bolus intra vena.
  2. Diberikan cairan dekstrosa 10 % per infuse ,6 jam perkolf.
  3. Periksa GD sewaktu (GDs),kalau memungkinkan dengan glukometer: Bila GDs < 50 mg /dL  bolus dekstrosa 40% 50 % ml IV.  Bila GDs < 100 mg /dL  bolus dekstrosa 40 % 25 % mL IV.
  4. Periksa GDS setiap satu jam setelah pemberian dekstrosa 40%  Bila GDs < 50 mg/dL  bolus dekstrosa 40 % 50 mL IV.  Bila GDs <100 mg/dL  bolus dekstrosa 40 % 25 mL IV.  Bila GDs 100 – 200 mg /dL tanpa bolus dekstrosa 40 %.  Bila GDs > 200 mg/dL  pertimbangan menurunkan kecepatan drip dekstrosa 10 %.
  5. Bila GDs > 100 mg/dL sebanyak 3 berturut–turut, pemantauan GDs setiap 2 jam, dengan protokol sesuai diatas, bila GDs >200 mg/dL – pertimbangkan mengganti infus dengan dekstrosa 5 % atau NaCI 0,9 %.
  6. Bila GDs >100 mg/dL sebanyak 3 kali berturut-turut, pemantauan GDs setiap 4 jam, dengan protokol sesuai diatas. Bila GDs > 200 mg/dL – pertimbangkan mengganti infus dengan dekstrosa 5 % atau NaCI 0.9 %.
  7. Bila GDs > 100 mg/dL sebanyak 3 kali berturut-turut, sliding scale setiap 6 jam:

    sliding scale hipoglikemia
    Sliding Scale Hipoglikemia
  8.  Bila hipoglikemia belum teratasi, dipertimbangkan pemberian antagonis insulin seperti: adrenalin,kortison dosis tinggi, atau glukagon 0,5-1 mg IV/ IM (bila penyebabnya insulin).
  9. Bila pasien belum sadar, GDs sekitar 200 mg/dL. Hidrokortison 100 mg per 4 jam selama 12 jam atau deksametason 10 mg IV bolus dilanjutkan 2 mg tiap 6 jam dan manitol 1,5 – 2 g/kgBB IV setiap 6-8 jam, cari penyebab lain penurunan kesadaran.

Rencana Tindak Lanjut

a. Mencari penyebab kemudian tatalaksana sesuai penyebabnya.

b. Mencegah timbulnya komplikasi menahun, ancaman timbulnya hipoglikemia merupakan faktor limitasi utama dalam kendali glikemi pada pasien DM tipe 1 dan DM tipe 2 yang mendapat terapi ini.

Konseling dan Edukasi

Seseorang yang sering mengalami hipoglikemia (terutama penderita diabetes), hendaknya selalu membawa tablet glukosa karena efeknya cepat timbul dan memberikan sejumlah gula yang konsisten.

Prognosis

Prognosis pada umumnya baik bila penanganan cepat dan tepat.

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!