Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Herpes Zoster : Gejala, Diagnosis ICD 10 dan Pengobatan

Herpes Zooster (cacar ular, layap, dompo)
Herpes Zoster (cacar ular, layap, dompo)

Definisi Herpes Zoster

Herpes Zoster disebut juga Cacar ular, layap, dompo adalah infeksi kulit dan mukosa yang disebabkan oleh virus varisela-zoster. Infeksi ini merupakan reaktivasi virus yang terjadi setelah infeksi primer. (Kode ICD 10 Herpes Zoster: B02.9)

Keluhan

Nyeri radikular dan gatal terjadi sebelum erupsi. Keluhan dapat disertai dengan gejala prodromal sistemik berupa demam, pusing, dan malaise. Setelah itu timbul gejala kulit kemerahan yang dalam waktu singkat menjadi vesikel berkelompok dengan dasar eritem dan edema.

Faktor Risiko

a. Umumnya terjadi pada orang dewasa, terutama orang tua.

b. Imunodefisiensi

Pemeriksaan Fisik

Sekelompok vesikel dengan dasar eritem yang terletak unilateral sepanjang distribusi saraf spinal atau kranial. Lesi bilateral jarang ditemui, namun seringkali, erupsi juga terjadi pada dermatom di dekatnya.

Pemeriksaan Penunjang

Bila diperlukan, pemeriksaan mikroskopis dengan menemukan sel Tzanck yaitu sel datia berinti banyak; meskipun pemeriksaan ini tidak spesifik.

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Catatan untuk diperhatikan:

  1. Herpes zoster hemoragik, yaitu jika vesikel mengandung darah.
  2. Herpes zoster generalisata, yaitu kelainan kulit unilateral dan segmental ditambah kelainan kulit generalisata berupa vesikel soliter yang berumbilikasi. Keduanya merupakan tanda bahwa pasien mengalami imunokompromais.
  3. Herpes zoster oftalmikus, yaitu infeksi cabang pertama nervus trigeminus sehingga menimbulkan kelainan pada mata, di samping itu juga cabang kedua dan ketiga menyebabkan kelainan kulit pada daerah persarafannya.
  4. Herpes zoster abortif: penyakit yang hanya berlangsung dalam waktu singkat dan kelainan kulit hanya berupa beberapa vesikel dan eritem.

Diagnosis Banding

  1. Herpes simpleks
  2. Dermatitis venenata
  3. Pada saat nyeri prodromal: diagnosis dapat menyerupai migrain, nyeri pleuritik, infark miokard, atau apendisitis.

Komplikasi

  1. Neuralgia pasca-herpetik
  2. Ramsay Hunt Syndrome: herpes pada ganglion genikulatum, ditandai dengan gangguan pendengaran, keseimbangan dan paralisis parsial.
  3. Pada penderita dengan imunodefisiensi (HIV, keganasan, atau usia lanjut), vesikel sering menjadi ulkus dengan jaringan nekrotik dapat terjadi infeksi sistemik.
  4. Pada herpes zoster oftalmikus, dapat terjadi ptosis paralitik, keratitis, skleritis, uveitis, korioretinitis, serta neuritis optik.
  5. Paralisis motorik.

Penatalaksanaan dan Pengobatan

a. Terapi suportif dilakukan dengan menghindari gesekan kulit yang mengakibatkan pecahnya vesikel, pemberian nutrisi TKTP, dan istirahat dan mencegah kontak dengan orang lain.

b. Gejala prodromal diatasi sesuai dengan indikasi. Aspirin dihindari oleh karena dapat menyebabkan Reye’s syndrome. Topikal : Stadium vesikel : bedak salisil 2% atau bedak kocok kalamin agar vesikel tidak pecah. Apabila erosif, diberikan kompres terbuka, apabila terjadi ulserasi, dapat dipertimbangkan pemberian salep antibiotik.

c. Pengobatan antivirus oral, antara lain dengan:

  1. Asiklovir: dewasa 5 x 800 mg/hari, anak-anak 4 x 20 mg/kgBB (dosis maksimal 800 mg), atau
  2. Valasiklovir: dewasa 3 x 1000 mg/hari. Pemberian obat tersebut selama 7-10 hari dan efektif diberikan pada 24 jam pertama setelah timbul lesi.

Konseling dan Edukasi

  1. Edukasi tentang perjalanan penyakit Herpes Zoster.
  2. Edukasi bahwa lesi biasanya membaik dalam 2-3 minggu pada individu imunokompeten.
  3. Edukasi mengenai seringnya komplikasi neuralgia pasca-herpetik.

Prognosis

Pasien dengan imunokompeten, prognosis umumnya adalah bonam, sedangkan pasien dengan imunokompromais, prognosis menjadi dubia ad bonam.

Kode ICD 10

Kode ICD X Herpes Zoster adalah B02.9

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!