Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Herpes Simpleks : Gejala, Diagnosis ICD 10 dan Pengobatan

Herpes Simpleks
Herpes Simpleks

Definisi

Herpes Simpleks adalah infeksi akut yang disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe I atau tipe II, yang ditandai oleh adanya vesikel yang berkelompok di atas kulit yang sembab dan eritematosa pada daerah mukokutan. Penularan melalui kontak langsung dengan agen penyebab. (Kode ICD 10 Herpes Simpleks : B00.9)

Keluhan

Infeksi primer HSV-1 biasanya terjadi pada dan subklinis pada 90% kasus, biasanya ditemukan perioral. Pada 10% sisanya, dapat terjadi gingivostomatitis akut. Infeksi primer HSV-2 terjadi setelah kontak seksual pada remaja dan dewasa, menyebabkan vulvovaginitis akut dan atau peradangan pada kulit batang penis.

Infeksi primer biasanya disertai dengan gejala sistemik seperti demam,malaise, mialgia, nyeri kepala, dan adenopati regional. Infeksi HSV-2 dapat juga mengenai bibir. Infeksi rekuren biasanya didahului gatal atau sensasi terbakar setempat pada lokasi yang sama dengan lokasi sebelumnya. Prodromal ini biasanya terjadi mulai dari 24 jam sebelum timbulnya erupsi.

Faktor Risiko

  1.  Individu yang aktif secara seksual.
  2. Imunodefisiensi.

Pemeriksaan Fisik

Papul eritema yang diikuti oleh munculnya vesikel berkelompok dengan dasar eritem. Vesikel ini dapat cepat menjadi keruh, yang kemudian pecah, membasah, dan berkrusta. Kadang-kadang timbul erosi/ulkus. Tempat predileksi adalah di daerah pinggang ke atas terutama daerah mulut dan hidung untuk HSV-1, dan daerah pinggang ke bawah terutama daerah genital untuk HSV-2. Untuk infeksi sekunder, lesi dapat timbul pada tempat yang sama dengan lokasi sebelumnya.

Pemeriksaan Penunjang

Bila diperlukan, pemeriksaan mikroskopis dengan menemukan sel Tzanck yaitu sel datia berinti banyak; meskipun pemeriksaan ini tidak spesifik.

Diagnosis Klinis

Herpes simpleks tipe 1 Herpes simpleks tipe 2

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan Pemeriksaan Fisik.

Catatan untuk diperhatikan:

  1. Infeksi primer.
  2. Fase laten: tidak terdapat gejala klinis, tetapi HSV dapat ditemukan dalam keadaan tidak aktif pada ganglion dorsalis.
  3. Infeksi rekurens.

Diagnosis Banding

  1. Impetigo vesikobulosa.
  2. Ulkus genitalis pada .

Komplikasi

Dapat terjadi pada individu dengan gangguan imun, berupa:

  1. Herpes simpleks ulserativa kronik.
  2. Herpes simpleks mukokutaneus akut generalisata.
  3. Infeksi sistemik pada hepar, paru, kelenjar adrenal, dan sistem pusat.
  4. Pada ibu hamil, infeksi dapat menular pada janin, dan menyebabkan neonatal herpes yang sangat berbahaya.

 Herpes simpleks

a. Terapi diberikan dengan antiviral, antara lain:

  1. Asiklovir, dosis 5 x 200 mg/hari, atau
  2. Valasiklovir, dosis 2 x 500 mg/hari selama 7-10 hari.

b. Pada herpes genitalis: edukasi tentang pentingnya abstinensia Pasien harus tidak melakukan hubungan seksual ketika masih ada lesi atau ada gejala prodromal.

c. Gejala prodromal diatasi sesuai dengan indikasi. Aspirin dihindari oleh karena dapat menyebabkan Reye’s syndrome.

Konseling dan Edukasi

Edukasi bahwa penyakit ini merupakan infeksi yang sembuh sendiri pada populasi imunokompeten. Edukasi untuk herpes genitalis ditujukan terutama terhadap pasien dan pasangannya, yaitu berupa:

  1. Informasi perjalanan alami penyakit ini, termasuk informasi bahwa penyakit ini menimbulkan rekurensi.
  2. Tidak melakukan hubungan seksual ketika masih ada lesi atau gejala prodromal.
  3. Pasien sebaiknya memberi informasi kepada pasangannya bahwa ia memiliki infeksi HSV.
  4. Transmisi seksual dapat terjadi pada masa asimtomatik.
  5. Kondom yang menutupi daerah yang terinfeksi, dapat menurunkan risiko transmisi dan sebaiknya digunakan dengan konsisten.

Prognosis

Prognosis umumnya bonam, namun quo ad sanationam adalah dubia, karena terdapat risiko berulangnya keluhan serupa

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!