Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Hepatitis A : Gejala, Diagnosis ICD 10 dan Pengobatan

Penyakit Hepatitis A
ilustrasi Virus hepatitis a

Definisi Hepatitis A

Hepatitis A adalah sebuah kondisi penyakit infeksi akut di liver yang disebabkan oleh hepatitis A virus (HAV), sebuah virus RNA yang disebarkan melalui rute fecal oral. Periode inkubasi rata-rata 28 hari (15 – 50 hari). Lebih dari 75% orang dewasasimtomatik, sedangkanpadaanak < 6 tahun 70% asimtomatik. Kurang dari 1% penderita dewasa berkembang menjadi Hepatitis A fulminan.

Keluhan

  1. Demam
  2. Mata dan kulit kuning
  3. Penurunan nafsu makan
  4. Nyeri otot dan sendi
  5. Lemah, letih, lesu.
  6. Mual, muntah
  7. Warna urine seperti teh
  8. Tinja seperti dempul

Faktor Risiko:

Sering mengkonsumsi makanan atau minuman yang kurang terjaga sanitasinya.
Menggunakan alat makan dan minum dari penderita hepatitis.

Pemeriksaan Fisik

  1. Febris,
  2. Sclera ikterik, jaundice,
  3. Hepatomegali,
  4. Warna urine seperti teh
  5. Tinja seperti dempul.

Pemeriksaan Penunjang

  1. Tes laboratorium urin (bilirubin di dalam urin)
  2. Pemeriksaan darah : peningkatan kadar bilirubin dalam darah, kadar SGOT dan SGPT ≥ 2x nilai normal tertinggi, dilakukan pada fasilitas primer yang lebih lengkap.

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

Diagnosis Banding

  1. Kolesistitis
  2. Abses hepar
  3. Sirrosis hepar
  4. Hepatitis virus lainnya

Komplikasi

a. Hepatitis A Fulminan

  1. Sirosis Hati
  2. Ensefalopati Hepatik
  3. Koagulopati

Penatalaksanaan dan Pengobatan Hepatitis A

a. Asupan kalori dan cairan yang adekuat

b. Tirah baring

c. Tata laksana Farmakologi sesuai dengan gejala yang dirasakan oleh pasien:

  • Antipiretik bila demam; ibuprofen 2x400mg/hari.
  • Apabila ada keluhan gastrointestinal, seperti:
  1. Mual : Antiemetik seperti Metoklopropamid 3×10 mg/hari atau Domperidon 3x10mg/hari.
  2. Perut perih dan kembung : H2 Bloker (Simetidin 3×200 mg/hari atau Ranitidin 2x 150mg/hari) atau Proton Pump Inhibitor (Omeprazol 1 x 20 mg/hari).

Rencana Tindak Lanjut

Kontrol secara berkala untuk menilai hasil pengobatan.

Konseling dan Edukasi

  1. Sanitasi dan higiene mampu mencegah penularan virus.
  2. Vaksinasi diberikan kepada orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi.
  3. Keluarga ikut menjaga asupan kalori dan cairan yang adekuat, dan membatasi aktivitas fisik pasien selama fase akut.

Kriteria Rujukan

  1. Penderita dengan keluhan ikterik yang menetap tanpa disertai keluhan yang lain.
  2. Penderita dengan penurunan kesadaran dengan kemungkinan ke arah ensefalopati hepatik.

Sarana Prasarana

  1. Laboratorium darah dan urin rutin untuk pemeriksaan fungsi hati
  2. Obat Antipiretik, Antiemetik, H2 Bloker atau Proton Pump Inhibitor

Prognosis

Prognosis umumnya adalah bonam.

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!