Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Fraktur Tertutup : Gejala, Diagnosis ICD 10 dan Pengobatan

fraktur kelingking
Fraktur Tertutup

 

Pengertian Fraktur Tertutup

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis baik yang bersifat total maupun parsial. Fraktur tertutup adalah suatu fraktur yang tidak mempunyai hubungan dengan dunia luar.

 Hasil Anamnesis (Subjective) 

a. Adanya riwayat trauma (terjatuh, kecelakaan, dll)
b. Nyeri
c. Sulit digerakkan
d. Deformitas
e. Bengkak
f. Perubahan warna
g. Gangguan sensibilitas
h. Kelemahan otot

 Faktor Risiko :

Tidak ada

 Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana(Objective) 

a. Inspeksi (look)

Adanya deformitas dari jaringan tulang, namun tidak menembus kulit. Anggota tubuh tdak dapat digerakkan.

b. Palpasi (feel)

  1. Teraba deformitas tulang jika dibandingkan dengan sisi yang sehat.
  2. Nyeri tekan.
  3. Bengkak.
  4. Mengukur panjang anggota gerak lalu dibandingkan dengan sisi yang sehat.

c. Gerak (move)

Umumnya tidak dapat digerakkan

Baca Juga : Fraktur Terbuka

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan berikut dapat dilakukan di layanan sekunder

a. Pemeriksaan radiologi,berupa:

  1. Foto polos: umumnya dilakukan pemeriksaan dalam proyeksi AP dan lateral.
  2. Pemeriksaan radiologi lainnya sesuai indikasi dapat dilakukan pemeriksaan berikut, antara lain: radioisotope scanning tulang, tomografi, artrografi, CT-scan, dan MRI.

b. Pemeriksaan darah rutin dan golongan darah.

Penegakan Diagnosis (Assessment)

Diagnosis klinis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang.

 Diagnosis Banding:

Tidak ada

 Komplikasi :

Kompartemen syndrom

 Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) 

Penatalaksanaan dapat dilakukan dengan:

  1. Semua fraktur dikelola secara emergensi.
  2. Lakukan penilaian awal akan adanya cedera lain yang dapat mengancam jiwa.
  3. Pasang cairan untuk mengantisipasi kehilangan darah yang tidak terlihat misalnya pada fraktur pelvis dan fraktur tulang panjang
  4. Lakukan stabilisasi fraktur dengan spalk, waspadai adanya tanda-tanda kompartemen syndrome seperti odema, kulit yang mengkilat dan adanya nyeri tekan.
  5. Rujuk segera ke layanan sekunder

 Kriteria Rujukan : 

Pasien segera dirujuk ke RS

 Sarana Prasarana 

  1. Alat untuk memeriksa tanda vital (tensi, stetoskop, thermometer)
  2. Pensil untuk kulit (marker)
  3. Meteran
  4. Kapas
  5. Jarum kecil
  6. Senter saku
  7. Goniometer

 Prognosis 

Prognosis umumnya bonam, namun quo ad fungsionamnya adalah dubia ad bonam.Hal ini bergantung kepada kecepatan dan ketepatan tindakan yang dilakukan.

Tags:
2 Comments

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!