Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Dermatitis Popok Bayi : Gejala, Diagnosis ICD 10, Pengobatan

napkin eczema / diaper rash / dermatitis popok bayi
napkin eczema / diaper rash / dermatitis popok bayi

Definisi

Napkin eczema atau sering disebut juga dengan dermatitis popok/ diaper rash adalah dermatitis di daerah genito-krural sesuai dengan tempat kontak popok. Umumnya pada bayi pemakai popok dan juga orang dewasa yang sakit dan memakai popok. Dermatitis ini merupakan salah satu dermatitis kontak iritan akibat isi napkin (popok).  (Kode ICD 10 Diaper Rash : L22) 

Keluhan

Pasien datang dengan keluhan gatal dan bercak merah berbatas tegas, mengikuti bentuk popok yang berkontak kadang-kadang membasah dan membentuk luka.

Faktor Risiko

  1. Popok jarang diganti.
  2. Kulit bayi yang kering sebelum dipasang popok.
  3. Riwayat atopi diri dan keluarga.
  4. Riwayat alergi terhadap bahan plastik dan kertas.

Pemeriksaan Fisik

Patognomonis

  1. Makula eritematosa berbatas agak tegas (bentuk mengikuti bentuk popok yang berkontak).
  2. Papul.
  3. Vesikel.
  4. Erosi.
  5. Ekskoriasi.
  6. Infiltran dan ulkus bila parah.
  7. Plak eritematosa (merah cerah), membasah, kadang pustul, lesi satelit (bila terinfeksi jamur).

Pemeriksaan Penunjang Dermatitis Popok Bayi

Bila diduga terinfeksi jamur kandida, perlu dilakukan pemeriksaan KOH/Gram dari kelainan kulit yang basah.

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan Pemeriksaan Fisik.

Diagnosis Banding

  1. Penyakit Letterer-Siwe
  2. Akrodermatitis enteropatika
  3. Psoriasis infersa
  4. Eritrasma

Komplikasi

Infeksi sekunder

Penatalaksanaan dan Diaper Rash

a. Untuk mengurangi gejala dan mencegah bertambah beratnya lesi, perlu dilakukan hal berikut:

  1. Ganti popok bayi lebih sering, gunakan pelembab sebelum memakaikan popok bayi.
  2. Dianjurkan pemakaian popok sekali pakai jenis highly absorbent.

b. Prinsip pemberian pengobatan  farmakoterapi yaitu untuk menekan inflamasi dan mengatasi infeksi kandida.

  1. Bila ringan: krim/ salep bersifat protektif (zinc oxide/pantenol) dipakai 2 kali sehari selama 1 minggu atau kortikosteroid potensi lemah (salep hidrokortison 1-2.5%) dipakai 2 kali sehari selama 3-7 hari.
  2. Bila terinfeksi kandida: berikan pengobatan antifungal nistatin sistemik 1 kali sehari selama 7 hari atau derivat azol topikal dikombinasi dengan zinc oxide diberikan 2 kali sehari selama 7 hari.

Konseling dan Edukasi

  1. Memberitahu keluarga mengenai penyebab dan menjaga higiene
  2. Mengajarkan cara penggunaan popok dan mengganti secepatnya bila popok basah
  3. Mengganti popok sekali pakai bila kapasitas telah penuh

Pemeriksaan Penunjang Lanjutan

Biasanya tidak perlu dilakukan, hanya dilakukan untuk mengekslusi Diagnosis banding.

Rencana Tindak Lanjut

Setelah 1 minggu dari pemakaian terapi standar. Bila gejala tidak menghilang setelah pemakaian terapi standar selama 1 minggu, dilakukan:

  1. Pengobatan dapat diulang 7 hari lagi.
  2. Pertimbangkan untuk pemeriksaan ulang KOH atau Gram.

Prognosis

Prognosis umumnya bonam dan dapat sembuh tanpa komplikasi.

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!