Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Delirium : Gejala, Diagnosis, ICD 10 dan Pengobatan

pengobatan Delirium
Ilustrasi Delirium

Pengertian

Delirium adalah gangguan kesadaran yang ditandai dengan berkurangnya kemampuan memfokuskan, mempertahankan dan mengalihkan perhatian. (Kode ICD X Delirium : F05.9)

Keluhan Dan Gejala

Pasien datang dengan penurunan kesadaran, ditandai dengan:

  1. Berkurangnya atensi
  2. Gangguan psikomotor
  3. Gangguan emosi
  4. Arus dan isi pikir yang kacau
  5. Gangguan siklus bangun tidur
  6. Gejala diatas terjadi dalam jangka waktu yang pendek dan cenderung berfluktuasi dalam sehari

Hasil yang dapat diperoleh pada autoanamnesis, yaitu:

  1. Pasien tidak mampu menjawab pertanyaan dokter sesuai dengan apa yang diharapkan, ditanyakan.
  2. Adanya perilaku yang tidak terkendali.

Alloanamnesis, yaitu: Adanya gangguan medik lain yang mendahului terjadinya gejala penyakit ini, misalnya gangguan medik umum, atau penyalahgunaan zat.

Faktor Risiko

Adanya gangguan medik umum, seperti:

  1. Penyakit SSP (trauma kepala, tumor, pendarahan, TIA)
  2. Penyakit sistemik, seperti: infeksi, gangguan metabolik, penyakit jantung, COPD, gangguan ginjal, gangguan hepar
  3. Penyalahgunaan zat

Pemeriksaan Fisik

Tanda-tanda vital dan pemeriksaan fisik generalis terutama sesuai penyakit utama. Pemeriksaan penunjang Tidak dilakukan pada layanan primer.

Pemeriksaan yang dilakukan untuk adalah:

  1. Mini-mental State Examination (MMSE).
  2. Pemeriksaan laboratorium bertujuan untuk mencari Diagnosis penyakit utama, yaitu: Hemoglobin, hematokrit, leukosit, trombosit, gula darah, elektrolit (terutama natrium), SGOT, SGPT, ureum, kreatinin, urinalisis, analisis gas darah, foto toraks, elektrokardiografi, dan CT Scan kepala, jika diperlukan.

Diagnosis Klinis

Diagnosis klinis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Delirium : Gejala, Diagnosis, ICD 10 dan Pengobatan 1
Algoritma Confusion Assessment Method Sindrom Delirium

Kriteria Diagnosis untuk delirium dalam DSM-IV-TR (Diagnosis and Statistical Manual for Mental Disorder – IV – Text Revised), adalah:

  1. Gangguan kesadaran disertai dengan menurunnya kemampuan untuk memusatkan, mempertahankan, dan mengubah perhatian;
  2. Gangguan Perubahan kognitif (seperti defisit memori, disorientasi, gangguan berbahasa) atau perkembangan gangguan persepsi yang tidak berkaitan dengan demensia sebelumnya, yang sedang berjalan atau memberat;
  3. Perkembangan dari gangguan selama periode waktu yang singkat (umumnya jam sampai hari) dan kecenderungan untuk berfluktuasi dalam perjalanan hariannya;
  4. d. Bukti dari riwayat, pemeriksaan fisik atau temuan laboratorium, bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh: (a) kondisi medis umum, (b) intoksikasi, efek samping, putus obat dari suatu substansi.

Diagnosis Banding

  1. Demensia.
  2. Psikosis fungsional.
  3. Kelainan neurologis.

Pengobatan Delirium

Tujuan Terapi

  1. Mencari dan mengobati penyebab
  2. Memastikan keamanan pasien
  3. Mengobati gangguan perilaku terkait delirium, misalnya agitasi psikomotor

Penatalaksanaan

  1. Kondisi pasien harus dijaga agar terhindar dari risiko kecelakaan selama perawatan.
  2. Apabila pasien telah memperoleh pengobatan, sebaiknya tidak menambahkan obat pada terapi yang sedang dijalanin oleh pasien.
  3. Bila belum mendapatkan pengobatan, pasien dapat diberikan obat anti psikotik. Obat ini diberikan apabila ditemukan gejala psikosis dan atau agitasi, yaitu: Haloperidol injeksi 2-5 mg IntraMuskular (IM)/ IntraVena (IV). Injeksi dapat diulang setiap 30 menit, dengan dosis maksimal 20 mg/hari.

Konseling dan Edukasi

Memberikan informasi terhadap keluarga/ care giver agar mereka dapat memahami tentang delirium dan terapinya.

Kriteria Rujukan

Bila gejala agitasi telah terkendali, pasien dapat segera dirujuk ke fasilitas pelayanan rujukan sekunder untuk memperbaiki penyakit utamanya.

Prognosis

Prognosis dapat diprediksi berdasarkan dari penyakit yang mendasarinya.

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!