Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Pengendalian Darah Tinggi

Tekanan Darah tinggi
Pemeriksaan Tekanan Darah

Pengertian

Darah tinggi dalam bahasa medis disebut hipertensi. Merupakan kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan atau diastolik ≥ 90. (Kode ICD 10 Darah Tinggi : I10)

Kondisi ini sering tanpa gejala. Peningkatan tekanan darah yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan komplikasi, seperti stroke, aneurisma, gagal , serangan jantung dan kerusakan ginjal.

Keluhan

Mulai dari tidak bergejala sampai dengan bergejala.

Keluhan hipertensi antara lain: sakit/nyeri kepala, gelisah, jantung berdebardebar, pusing, leher kaku, penglihatan kabur, dan rasa sakit di dada.Keluhan tidak spesifik antara lain tidak nyaman kepala, mudah lelah dan impotensi.

Faktor Risiko

Faktor risiko dibedakan dalam 2 kelompok, yaitu kelompok yang dapat dimodifikasi dan yang tidak dapat dimodifikasi.

Hal yang tidak dapat dimodifikasi

  • Umur
  • Jenis kelamin
  • Riwayat hipertensi
  • Penyakit kardiovaskular dalam keluarga.

Hal yang dapat dimodifikasi

  1. Riwayat pola makan (konsumsi garam berlebihan).
  2. Konsumsi alkohol berlebihan.
  3. Aktivitas fisik kurang.
  4. Kebiasaan merokok.
  5. Obesitas.
  6. Dislipidemia.
  7. Diabetus Melitus.
  8. Psikososial dan stres.

Pemeriksaan Fisik

Pasien tampak sehat, dapat terlihat sakit ringan-berat. Tekanan darah meningkat (sesuai kriteria JNC VII). Nadi tidak normal. Pada pasien dengan hipertensi, wajib diperiksa status neurologis, akral, dan pemeriksaan fisik jantungnya (JVP, batas jantung, dan rochi). Pemeriksaan Penunjang Urinalisis (proteinuri atau albuminuria), tes gula darah, tes kolesterol (profil lipid), ureum kreatinin, funduskopi, EKG dan foto thoraks.

Klasifikasi

Klasifikasi tekanan darah berdasarkan Joint National Committee VII (JNC VII)

Normal

  • TD Sistolik < 120 mmHg
  • TD Diastolik < 80 mm Hg

Pre-Hipertensi

  • Tekanan darah Sistolik 120-139 mmHg
  • tekanan darah diastolik 80-89 mmHg

Hipertensi stage -1

  • Tekanan darah sistolik 140-159 mmHg
  • tekanan darah diastolik 80-99 mmHg

Hipertensi stage -2

  • Sistolik ≥ 160 mmHg
  • Diastolik ≥ 140 mmHg

Diagnosis Banding

  1. Proses akibat white coat hypertension.
  2. Proses akibat obat.
  3. Nyeri akibat tekanan intraserebral.
  4. Ensefalitis.

Darah Tinggi

Peningkatan tekanan darah tidak harus selalu diberikan obat. Tekanan darah dapat dikontrol dengan perubahan gaya hidup.

  • Penurunan berat badan –> Jaga berat badan ideal (BMI: 18,5 24,9 kg/m2)
  • Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) –> Diet kaya buah, sayuran, produk rendah lemak dengan jumlah lemak total dan lemak jenuh yang rendah
  • Pembatasan intake natrium –> Kurangi hingga <100 mmol per hari (2.0 g natrium atau 6 5 g natrium klorida atau 1 sendok teh garam perhari)
  • Aktivitas fisik aerobic –> Aktivitas fisik aerobik yang teratur (mis: jalan cepat) 30 menit sehari, hampir setiap hari dalam seminggu
  • Pembatasan konsumsi alcohol –> Laki-laki: dibatasi hingga < 2 kali per hari. Wanita dan orang yang lebih kurus: Dibatasi hingga <1 kali per hari

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!