Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Askariasis : Gejala, Diagnosis ICD 10 dan Pengobatan

Pengobatan Askariasis
Askariasis – Cacing Ascaris Lumbricoides Dewasa

Pengertian

Cacingan atau kecacingan adalah penyakit yang masih cukup sering kita jumpai di masyarakat kita. Ada beberapa jenis cacing yang sering menginfeksi di Indonesia. salah satunya adalah ascaris lumbricoides atau cacing gelang. di Indonesia angka kejadian penyakit cacing gelang atau askariasis cukup tinggi, terutama -anak. frekuensinya mencapai 60%-90%. (Kode ICD 10 Askariasis : B77)

Keluhan

Biasanya anak yang terinfeksi cacing gelang mengeluh nafsu makan menurun, perut membuncit, lemah, pucat, berat badan menurun, mual, muntah.

Gejala Klinis

Gangguan yang ditimbulkan oleh cacing ascaris lumbricoides bisa terjadi oleh larva dan juga bisa disebabkan oleh cacing dewasanya.

Gangguan karena larva:

Biasanya terjadi pada saat larva cacing ascaris lumbricoides berada diparu. Pada orang yang rentan terjadi perdarahan kecil pada dinding alveolus dan timbul gangguan pada paru yang disertai dengan batuk, demam, dan eosinofilia. Pada foto rontgen thoraks tampak infiltrat yang menghilang dalam waktu 3 minggu. Keadaan ini disebut sindrom Loeffler.

Gangguan yang disebabkan cacing dewasa

Biasanya ringan, dan sangat tergantung dari banyaknya cacing yang menginfeksi di usus. Kadang-kadang penderita mengalami gejala gangguan usus ringan seperti mual, nafsu makan berkurang, diare, atau konstipasi.

Pada infeksi berat, terutama pada anak dapat terjadi malabsorpsi sehingga memperberat keadaan malnutrisi. Efek yang serius terjadi bila cacing-cacing ini menggumpal dalam usus sehingga terjadi obstruksi usus (ileus).

Pada keadaan tertentu cacing dewasa mengembara ke saluran empedu, apendiks, atau ke bronkus dan menimbulkan keadaan gawat darurat sehingga kadang-kadang perlu tindakan operatif.

Faktor Risiko Askariasis

  1. Kebiasaan tidak mencuci tangan.
  2. Kurangnya penggunaan jamban.
  3. Kebiasaan menggunakan tinja sebagai pupuk.
  4. Kebiasaan tidak menutup makanan sehingga dihinggapi lalat

Pemeriksaan Fisik

  1. Pemeriksaan tanda vital
  2. Pemeriksaan generalis tubuh: konjungtiva anemis, terdapat tanda-tanda malnutrisi, nyeri abdomen jika terjadi obstruksi.

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang untuk penyakit ini adalah dengan melakukan pemeriksaan tinja secara langsung. Adanya telur dalam tinja memastikan diagnosis Ascariasis.

Diagnosis Klinis

Penegakan diagnosis dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan ditemukannya larva atau cacing dalam tinja. Diagnosis Banding: jenis kecacingan lainnya

Komplikasi: defisiensi besi

 Askariasis

a. Memberi pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan, antara lain:

  1. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun.
  2. Menutup makanan.
  3. asing-masing keluarga memiliki jamban keluarga.
  4. Tidak menggunakan tinja sebagai pupuk.
  5. Kondisi rumah dan lingkungan dijaga agar tetap bersih dan tidak lembab.

b. Farmakologis

  1. Pirantel pamoat 10 mg /kg BB, dosis tunggal, atau
  2. Mebendazol, 500 mg, dosis tunggal, atau
  3. Albendazol, 400 mg, dosis tunggal. Tidak boleh diberikan pada ibu hamil.

Pengobatan dapat dilakukan secara perorangan atau secara massal pada masyarakat. Syarat untuk pengobatan massal antara lain :

    • Obat mudah diterima dimasyarakat
    • Aturan pemakaian sederhana
    • Mempunyai efek samping yang minim
    • Bersifat polivalen, sehingga dapat berkhasiat terhadap beberapa jenis cacing
  • Harga mudah dijangkau.

Konseling dan Edukasi

Memberikan informasi kepada pasien Askariasis dan keluarga mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, yaitu antara lain:

  1. Masing-masing keluarga memiliki jamban keluarga. Sehingga kotoran manusia tidak menimbulkan pencemaran pada tanah disekitar lingkungan tempat tinggal kita.
  2. Tidak menggunakan tinja sebagai pupuk.
  3. Menghindari kontak dengan tanah yang tercemar oleh tinja manusia.
  4. Menggunakan sarung tangan jika ingin mengelola limbah/sampah.
  5. Mencuci tangan sebelum dan setelah melakukkan aktifitas dengan menggunakan sabun.
  6. Kondisi rumah dan lingkungan dijaga agar tetap bersih dan tidak lembab.

Kode ICD X

Kode ICD 10 Ascariasis adalah B77

Baca Juga : Penyakit Cacing Tambang

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!