Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Anemia Defisiensi Besi pada Kehamilan

Anemia Defisiensi Besi pada Kehamilan
Defisiensi Besi pada Kehamilan

Pengertian

Anemia Defisiensi Besi pada kehamilan adalah kelainan pada ibu hamil dengan kadar haemoglobin <11 g/dl pada trimester II dan III atau <10,5 g/dl pada trimester II. Penyebab tersering anemia pada kehamilan adalah defisiensi besi, perdarahan akut, dan defisiensi asam folat. (Kode ICD 10 Anemia Defisiensi Besi : D50)

Keluhan

a. Badan lemah, lesu

b. Mudah lelah

c. berkunang-kunang

d. Tampak pucat

e. Telinga mendenging

f. Pica: keinginan untuk memakan bahan-bahan yang tidak lazim

Faktor Predisposisi

a. Perdarahan kronis

b. Kecacingan

c. Gangguan intake

d. Gangguan absorbsi besi

Pemeriksaan Fisik Patognomonis

a. Konjungtiva anemis

b. Atrofi papil lidah

c. Stomatitis angularis (cheilosis)

d. Koilonichia : kuku sendok (spoon nail),

Pemeriksaan Penunjang

a. Kadar haemoglobin

b. Apusan darah tepi

Diagnosis Klinis

Kadar Hb < 11 g/dl (pada trimester I dan III) atau < 10,5 g/dl (pada trimester II). Apabila diagnosis anemia telah ditegakkan, lakukan pemeriksaan apusan darah tepi untuk melihat morfologi sel darah merah.

Diagnosis Banding

  1. Anemia akibat penyakit kronik
  2. Trait Thalassemia
  3. Anemia Sideroblastik

Penatalaksanaan Anemia Defisiensi Besi pada kehamilan

a. Diet bergizi tinggi protein terutama yang berasal dari protein hewani (daging, ikan, susu, telur, sayuran hijau)

b. Pemakaian alas kaki untuk mencegah infeksi cacing tambang

c. Lakukan penilaian pertumbuhan dan kesejahteraan janin dengan memantau pertambahan ukuran janin

d. Bila pemeriksaan apusan darah tepi tidak tersedia, berikan tablet tambah darah yang berisi 60 mg besi elemental dan 250 µg asam folat. Pada ibu hamil dengan anemia, tablet besi diberikan 3 kali sehari.

e. Bila dalam 90 hari muncul perbaikan, lanjutkan pemberian tablet sampai 42 hari pasca persalinan.

f. Apabila setelah 90 hari pemberian tablet besi dan asam folat, kadar hemoglobin tidak meningkat maka pasien dirujuk.

Berikut ini adalah tabel jumlah kandungan besi elemental yang terkandung dalam berbagai jenis

Sediaan suplemen besi yang beredar
Sediaan suplemen besi yang beredar

g. Bila tersedia fasilitas pemeriksaan penunjang, tentukan penyebab anemia berdasarkan hasil pemeriksaan darah perifer lengkap dan apus darah tepi.

h. Anemia mikrositik hipokrom dapat ditemukan pada keadaan:

  1. Defisiensi besi: lakukan pemeriksaan ferritin. Apabila ditemukan kadar ferritin < 15 ng/ml, berikan terapi besi dengan dosis setara 180 mg besi elemental per hari. Apabila kadar ferritin normal, lakukan pemeriksaan SI dan TIBC.
  2. Thalassemia: Pasien dengan kecurigaan thalassemia perlu dilakukan tatalaksana bersama dokter spesialis untuk perawatan yang lebih spesifik

i. Anemia normositik normokrom dapat ditemukan pada keadaan: Perdarahan: tanyakan riwayat dan cari tanda dan gejala aborsi, mola, kehamilan ektopik, atau perdarahan pasca persalinan infeksi kronik

j. Anemia makrositik hiperkrom dapat ditemukan pada keadaan: Defisiensi asam folat dan vitamin B12: berikan asam folat 1 x 2 mg dan vitamin B12 1 x 250mg

Konseling dan Edukasi

Prinsip konseling pada anemia defisiensi besi adalah memberikan pengertian kepada pasien dan keluarganya tentang perjalanan penyakit dan tata laksananya, sehingga meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam berobat serta meningkatkan kualitas hidup pasien untuk mencegah terjadinya anemia defisiensi besi.

Prognosis

Prognosis umumnya adalah bonam, sembuh tanpa komplikasi

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!