Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Abortus atau Keguguran : Gejala, Diagnosis, Pengobatan

penatalaksanaan keguguran
Jenis Jenis keguguran

Pengertian

Abortus atau keguguran ialah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan, dan sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat anak kurang dari 500 gram. (Kode ICD 10 Abortus : O06.4)

Jenis dan derajat abortus :

  1. Abortus imminens adalah abortus tingkat permulaan, dimana terjadi perdarahan pervaginam ostium uteri masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik dalam kandungan.
  2. Abortus insipiens adalah abortus yang sedang mengancam dimana serviks telah mendatar dan ostium uteri telah membuka, akan tetapi hasil konsepsi masih dalam kavum uteri.
  3. Abortus inkomplit adalah sebagian hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri masih ada yang tertinggal.
  4. Abortus komplit adalah seluruh hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri pada kehamilan kurang dari 20 minggu.

Keluhan

Keluhan yang terdapat pada pasien abortus antara lain:

a. Abortus Imminens

  1. Riwayat terlambat haid dengan hasil BHcg (+) dengan usia kehamilan dibawah 20 minggu
  2. Perdarahan pervaginamyang tidak terlalu banyak, berwarna kecoklatan dan bercampur lendir
  3. Tidak disertai nyeri atau kram

b. Abortus insipiens

  1. Perdarahan bertambah banyak, berwarna merah segar disertai terbukanya serviks
  2. Perut nyeri ringan atau spasme (seperti kontraksi saat persalinan )

c. Abortus Inkomplit

  1. Perdarahan aktif
  2. Nyeri perut hebat seperti kontraksi saat persalinan
  3. Pengeluaran sebagian hasil konsepsi
  4. Mulut rahim terbuka dengan sebagian sisa konsepsi tertinggal
  5. Terkadang pasien datang dalam keadaan syok akibat perdarahan

d. Abortus komplit

  1. Perdarahan sedikit
  2. Nyeri perut atau kram ringan
  3. Mulut sudah tertutup
  4. Pengeluaran seluruh hasil konsepsi

Faktor Risiko :

Faktor Maternal

  1. Penyakit infeksi
  2. Gangguan nutrisi yang berat
  3. Penyakit menahun dan kronis
  4. Alkohol dan merokok
  5. Anomali uterus dan serviks
  6. Gangguan imunologis
  7. Trauma fisik dan psikologis

Pemeriksaan Fisik

  1. Penilaian tanda vital (tekanan darah, nadi, respirasi, suhu)
  2. Penilaian tanda-tanda syok
  3. Periksa konjungtiva untuk tanda anemia
  4. Mencari ada tidaknya massa abdomen
  5. Tanda-tanda akut abdomen dan defans musculer

Pemeriksaan ginekologi, ditemukan:

  1. Abortus iminens
  • Osteum uteri masih menutup
  • Perdarahan berwarna kecoklatan disertai lendir
  • Ukuran uterus sesuai dengan usia kehamilan
  • Detak jantung janin masih ditemukan
  1. Abortus insipiens
  • Osteum uteri terbuka, dengan terdapat penonjolan kantong dan didalamnya berisi cairan ketuban
  • Perdarahan berwarna merah segar
  • Ukuran uterus sesuai dengan usia kehamilan
  • Detak jantung janin masih ditemukan
  1. Abortus inkomplit
  • Osteum uteri terbuka, dengan terdapat sebagian sisa konsepsi
  • Perdarahan aktif
  • Ukuran uterus sesuai usia kehamilan
  1. Abortus komplit
  • Osteum uteri tertutup
  • Perdarahan sedikit
  • Ukuran uterus lebih kecil usia kehamilan

Pemeriksaan Penunjang

  1. Pemeriksaan USG.
  2. Pemeriksaan tes kehamilan (BHCG): biasanya masih positif sampai 7-10 hari setelah abortus.
  3. Pemeriksaan darah perifer lengkap

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang.

Diagnosis Banding

a. Kehamilan ektopik

b. Mola hidatidosa

c. Missed Abortion

Macam-macam Abortus
Macam-macam Abortus

Komplikasi

Komplikasi yang dapat terjadi pada abortus ialah

  1. Perdarahan
  2. Infeksi
  3. Perforasi
  4. Syok

Penatalaksanaan Keguguran

a. Pengobatan Abortus imminens terdiri atas :

  1. Istirahat tirah baring.
  2. Tablet penambah darah
  3. Vitamin ibu hamil diteruskan

b.Pengobatan Abortus insipiens

  1. Observasi tanda vital
  2. Bila kondisi stabil rujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih lengkap untuk rencana pengeluran hasil konsepsi
  3. Pengeluaran hasil konsepsi dapat dilaksanakan dengan kuret vakum atau dengan cunam abortus, disusul dengan kerokan

c. Pengobatan Abortus inkomplit

  1. Observasi tanda vital (tensi, nadi, suhu, respirasi)
  2. Evaluasi tanda-tanda syok, bila terjadi syok karena perdarahan, pasang IV line (bila perlu 2 jalur) segera berikan infus cairan NaCl fisiologis atau cairan ringer laktat disusul dengan darah.
  3. Setelah syok teratasi rujuk ke fasilitas selnjutnya untuk dilakukan kerokan (D/C). Pasca tindakan berikan ergometrin IM.

d. Pengobatan Abortus komplit

Abortus komplit tidak memerlukan pengobatan khusus, hanya apabila menderita anemia perlu diberikan sulfas ferosus dan dianjurkan supaya makanannya mengandung banyak protein, vitamin dan mineral.

Pencegahan

  1. Pemeriksaan rutin antenatal
  2. Makan makanan yang bergizi (sayuran, susu,ikan, daging,telur).
  3. Menjaga kebersihan diri, terutama daerah kewanitaan dengan tujuan mencegah infeksi yang bisa mengganggu proses implantasi janin.
  4. Hindari rokok, karena nikotin mempunyai efek vasoaktif sehingga menghambat sirkulasi uteroplasenta.
  5. Apabila terdapat anemia sedang berikan tablet sulfas ferosus 600 mg/hari selama 2 minggu, bila anemia berat maka berikan transfusi darah.

Rencana Tindak Lanjut

  1. Melakukan konseling untuk memberikan dukungan emosional
  2. Menganjurkan penggunaan kontrasepsi pasca keguguran karena kesuburan dapat kembali kira-kira 14 hari setelah keguguran. Untuk mencegah kehamilan, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) umumnya dapat dipasang secara aman setelah aborsi spontan atau diinduksi. Kontraindikasi pemasangan AKDR pasca keguguran antara lain adalah infeksi pelvik, abortus septik, atau komplikasi serius lain dari abortus.
  3. Follow up dilakukan setelah 2 minggu.

Prognosis

Prognosis umumnya bonam.

Tags:

Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Salam Sehat!!